Sukses

IHSG Menguat Tipis, Sektor Tambang Jadi Penopang

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa awal pekan ini. Pada pembukaan pukul 09.01 WIB, Selasa (10/10/2018), IHSG naik 7,43 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.922,57.

Ada 121 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Adapun, 40 saham melemah, dan 101 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.927,99 dan level terendah 5.916,99.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 13.605 kali dengan volume perdagangan 422 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 245,7 miliar.

Investor asing jual saham Rp 3 juta di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.482.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat, dipimpin oleh sektor tambang naik 1,17 persen kemudian sektor konstruksi naik 0,20 persen. Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh saham aneka industri yang melemah 0,14 persen.

Saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham KIOS naik 25 persen ke posisi Rp 875, saham BSSR menanjak 20,18 persen ke posisi Rp 2.680, dan saham ASJT melonjak 15,85 persen ke posisi Rp 950 per saham.

Sementara itu, saham-saham cetak top losers antara lain saham LPGI turun 8,26 persen ke posisi Rp 5.000, saham GMFI melemah 5,50 persen ke posisi Rp 378 per saham, dan saham AKLA tergelincir 3,43 persen ke posisi Rp 338 per saham.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG bergerak pada support 5.860 dan resistance 5.922.

Dia merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Saksikan Live Streaming INSPIRATO

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Investor Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat
Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi