Sukses

Laju IHSG Diperkirakan Mendatar Cenderung Melemah

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mendatar dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. IHSG diproyeksi pada support 5.870 dan resistance 5.927.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan, IHSG ditutup melemah tipis sebanyak 9,17 poin atau 0,16 persen ke level 5.905,76 pada perdagangan kemarin. 

"Indeks infrastruktur kembali menjadi penekan indeks dengan saham PGAS dan TLKM terkoreksi cukup dalam," kata Lanjar di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Investor asing kembali melakukan jual bersih. Tercatat, jual bersih investor asing Rp 463,51 miliar.

Sementara Bursa di Asia ditutup relatif positif. Indeks saham Nikkei naik 0,64 persen, Topix 0,47 persen. Indeks saham Hangseng juga naik 0,58 persen dan Shanghai naik 0,20 persen.

"Indeks Korea Selatan Kospi (naik 1,64 persen) pun ditutup melompat setelah mengalami libur," kata dia.

Dia merekomendasikan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Untuk diketahui, pada penutupan perdagangan saham, Selasa kemarin, IHSG melemah tipis 9,17 poin atau 0,16 persen ke posisi 5.905,76. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,29 persen ke posisi 983,06. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 172 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 154 saham menguat sehingga menahan tekanan IHSG. 125 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.927,68 dan terendah 5.896,68.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 301.940 kali dengan volume perdagangan 10 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 6,4 triliun.

Investor asing masih melanjutkan aksi jual. Tercatat aksi jual investor asing mencapai Rp 354 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat di Rp 13.506.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
Sektor Tambang Dorong IHSG Melaju ke Zona Hijau