Sukses

Jepang Bantu RI Dongkrak Daya Saing Tiga Industri

Liputan6.com, Jakarta - Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) akan membantu Indonesia dalam meningkatkan daya saing industri.

Ada tiga sektor industri potensial yang akan dipacu agar semakin kompetitif di pasar global, yaitu industri otomotif, elektronika, dan pengolahan makanan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto usai mendampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu dengan Chief Representative JICA Indonesia Naoki Ando di Kementerian Perindustrian.

Harjanto menuturkan, ketiga sektor tersebut dianggap bisa menjadi juara untuk menggerakkan sektor industri ke depan.

"Tentunya mereka juga melihat daya saing kita yang kuat terhadap beberapa negara di ASEAN,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dia menyatakan, dari studi yang telah dilakukan oleh JICA mengenai peningkatan daya saing industri, perlu suatu kebijakan khusus dari pemerintah.

"Terkait competitiveness pilarnya ada tiga, yaitu driven economy, efficiency economy, dan innovation. Dari faktor tersebut, sebenarnya mereka melihat kemampuan kita sudah bisa naik level baik sisi kualitas maupun supply chain di dalam negeri," jelas dia.

Lebih lanjut, peluang yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia dan Jepang adalah era Industry.40. Apalagi, peringkat daya saing Indonesia di kancah global mengalami peningkatan dari posisi ke-41 menjadi ke-36 di antara 137 negara. Namun, capaian ini dirasa belum cukup jika melihat potensi Indonesia yang masih cukup besar.

"Kita harus meningkatkan, me-review beberapa policy dari pada sektor industri ini karena memang untuk me-leverage. Artinya kesiapan kita menghadapi perkembangan dunia manufaktur yang ada sekarang, persaingan global yang sekarang. Sehingga dengan leverage yang lebih baik, kita berharap nanti investasi akan datang," tambah dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya: RI Tawarkan Kawasan Industri

Harjanto juga mengatakan, Kemenperin telah menawarkan beberapa kawasan industri di Indonesia yang bisa diisi oleh para pelaku usaha Negeri Sakura.

"Misalnya di Jawa Timur, ada kawasan industri yang tersedia copper smelter, industri baja, aluminium dan sebagainya. Pak Menteri berharap bahwa small medium industries dari Jepang juga bisa masuk ke kawasan tersebut. Jadi, nantinya kluster dari industri Jepang di Jawa Timur untuk orientasi ekspor," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto berharap keberadaan kawasan Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, dapat menarik investasi beberapa industri turunan dari sektor petrokimia, stainless steel, baja, oleokimia, otomotif, dan nikel.

Selain itu, JIIPE didorong untuk bisa menampung investasi industri farmasi serta makanan dan minuman, terutama di sektor hulu dan menengah.

"Harapannya komoditas seperti nikel dari Kawasan Industri Morowali dapat diolah kembali oleh salah satu manufaktur yang berada di JIIPE," kata Airlangga.

Artikel Selanjutnya
Genjot Investasi, Prefektur Jepang Buka Kantor Perwakilan di RI
Artikel Selanjutnya
BI: UMKM Kunci Penciptaan Sumber Ekonomi Baru RI