Sukses

RI Jajaki Peluang Ekspor Produk Kosmetik ke Laos

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia akan menjajaki peluang ekspor produk kecantikan dan kosmetika ke Laos. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya Putri K Wardhani.

Putri mengungkapkan, pemerintah Laos menyadari jika selama ini negaranya kurang membuka diri terhadap perdagangan internasional, khususnya dengan negara tetangga. Oleh sebab itu, salah satu tujuan dari kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Laos, Thongloun Sisoulith salah satunya untuk membuka hubungan dagang dengan Indonesia.

"Mereka mengatakan bahwa perdagangan Laos dengan negara-negara tetangga itu masih sangat kecil dan kedatangan PM ini memang ingin membuka diri," ujar dia di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dengan adanya keinginan dari pemerintah Laos untuk membuka diri dalam perdagangan internasional, maka ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengekspor produk ke negara tersebut.

"Jadi mungkin kesempatan untuk produk Indonesia masuk ke sana ada. Walaupun tentu kalau kita lihat jumlah populasinya itu hanya sekitar 9 juta jiwa, itu mungkin seperti lebih kecil dari Jakarta, mungkin Bekasi ya kira-kira seperti itu," kata dia.

Meski jumlah penduduknya tidak besar, lanjut Putri, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan daya beli masyarakat yang baik, maka Laos akan menjadi pasar baru bagi produk-produk Indonesia, khususnya produk kecantikan dan kosmetik.‎

"Tapi ke depannya kemungkinan untuk ekspor, karena mereka pertumbuhan ekonominya juga baik sudah, beberapa tahun ini tadi dikatakan lebih dari 7 persen. Jadi kemampuan untuk masyarakatnya mengonsumsi produk-produk yang berkualitas kelihatannya juga cukup baik," jelas dia.‎‎

Selain itu diakui Putri, selama ini pasar ekspor produk kecantikan dan komestik Indonesia lebih besar ke kawasan Timur Tengah dan negara-negara ASEAN lain seperti Malaysia dan Thailand. Sedangkan pasar Laos masih belum tersentuh.

"Kalau kosmetik itu banyak ke Timur Tengah, kalau ASEAN seperti Malaysia, Thailand. Ke Laos itu belum," tandas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Tambahkan Modal Rp 500 Miliar, Bayer Makin Agresif ke 30 Negara
Artikel Selanjutnya
Dua Faktor Penentu Toyota Indonesia Bisa Ekspor ke Australia