Sukses

Jelang Tutup Pekan, Laju IHSG Cenderung Terbatas

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung terbatas pada perdagangan saham jelang akhir pekan ini. Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG bergerak pada support 5.896 dan resistance 5.950.

Laju IHSG terbatas setelah menguat signifikan pada perdagangan saham Kamis lalu. IHSG naik 43,42 poin atau 0,74 persen ke 5.926,20.

"Sektor aneka industri memimpin penguatan diiringi sektor industri dasar, infrastruktur, dan keuangan," kata dia di Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Penguatan IHSG ditopang aksi beli bersih investor asing. Aksi beli tercatat Rp 387,88 miliar.

"Investor asing untuk pertama kalinya pada bulan ini melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 387,88 miliar dengan saham BMRI yang ramai menjadi incaran hingga tercatat net buy Rp 148,37 miliar," jelas dia.

Penguatan IHSG sejalan dengan penguatan mayoritas bursa di Asia. Indeks saham Nikkei naik 0,35 persen, Topix naik 0,20 persen, Hangseng naik 0,24 persen, Shanghai naik 0,26 persen dan Kospi naik 0,68 persen.

"Harga minyak kembali diatas US$ 50 per barel akibat sentimen penurunan stok minyak untuk pertama kalinya pada tahun ini," ungkap dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Untuk diketahui, pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, IHSG menguat 43,41 poin atau 0,74 persen ke posisi 5.926,20. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,96 persen ke posisi 986,31.

Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali Pefindo25.Ada sebanyak 172 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 158 saham melemah sehingga menahan kenaikan IHSG, sementara 119 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.932,007 dan terendah 5.883,496.

Adapun total frekuensi perdagangan saham sekitar 324.661 kali dengan volume perdagangan 14 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 9,1 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Naik, Cermati Saham Pilihan Ini