Sukses

Saham Bank dan AT&T Seret Wall Street Turun

Liputan6.com, New York - Wall Street turun dari rekor tertingginya baru-baru ini, terdorong penurunan saham AT &T setelah perusahaan mengatakan kehilangan pelanggan pada kuartal terakhir. Serta, tergelincirnya saham perbankan mengikuti hasil kuartalan JPMorgan dan Citigroup.

Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 31,88 poin atau 0,14 persen, berakhir ke posisi 22.841,01. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 4,31 poin atau 0,17 persen menjadi 2.550,93 dan Nasdaq Composite  turun 12,04 poin atau 0,18 persen menjadi 6.591.51. Indeks utama AS mencapai rekor penutupan tertinggi pada hari Senin.

Beberapa hal mempengaruhi pasar kali ini, antara lain penurunan saham milik Viacom (VIAB.O), usai mengatakan bahwa pelanggan Charter Communications (CHTR.O) kemungkinan kehilangan akses ke salurannya seiring berakhirnya kesepakatan distribusi. 

Pemilik DirecTV AT & T (T.N) turut membebani S&P 500. Saham perusahaan jatuh 6,1 persen setelah operator nirkabel Nomor 2 di Amerika tersebut mengatakan bahwa mereka kehilangan 90 ribu pelanggan video pada kuartal ketiga karena persaingan yang ketat dan dampak badai baru-baru ini. Saham perusahaan turun sebesar 3,9 persen.

Kemudian penurunan saham perbankan, JPMorgan Chase & Co (JPM.N) dan Citigroup Inc (CN), setelah perusahaan mengaku telah menyisihkan lebih banyak uang untuk pinjaman kartu kredit pada kuartal ketiga. Hal ini memicu kekhawatiran tentang kredit konsumen, bahkan saat mereka melaporkan hasilnya melampaui perkiraan analis.

Adapun saham JPMorgan turun 0,9 persen dan Citigroup turun 3,4 persen. Ini menjadi penurunan terbesar pada indeks S & P 500, dengan indeks keuangan berakhir turun 0,7 persen.  Bank of America (BAC.N) dan Wells Fargo (WFC.N) juga segera melaporkan hasil kuartalannya.

Sepanjang 2017, indeks S&P 500 naik sekitar 14 persen. Investor berharap pertumbuhan laba dapat membantu membenarkan valuasi.

Analis memperkirakan pendapatan pada indeks S&P 500 tumbuh 4,4 persen pada kuartal ketiga, menurut data Thomson Reuters. 

"Orang-orang mendapat sedikit dimanjakan oleh kemajuan yang sangat bagus yang kita lihat di kuartal pertama dan kedua, namun perlu diingat bahwa pendapatan mulai meningkat pada kuartal ketiga tahun lalu sehingga perbandingan dari tahun ke tahun mungkin tidak terlihat sama kuatnya," ujar John Carey, Manajer Portofolio Pioneer Investment Management di Boston.

 Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Wall Street Menguat Terdorong Sentimen The Fed
Artikel Selanjutnya
Wall Street Melemah Usai Investor Alihkan Kekhawatiran Geopolitik