Sukses

Jokowi Resmikan Operasi Tol Terpanjang di Sumatera Utara

Liputan6.com, Medan - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 sepanjang 41,65 kilometer (km). Ini juga menjadi jalan tol terpanjang yang diresmikan Jokowi di Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Jokowi menekankan jalan tol ini sangat penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dan juga mendorong kunjungan wisatawan ke Danau Toba.

"Harapannya nanti dengan adanya tol ini, Toba dan sekitarnya jadi kawasan wisata yang bisa kita dorong karena dari Medan ke Tebing Tinggi ke Toba masih 4-5 jam," tegas Jokowi di Medan, Jumat (13/10/2017).

Ia mengakui, saat ini memang ada beberapa ruas yang belum terbangun hingga ke Toba. Tol Kualanamu-Medan-Tebing Tinggi sendiri untuk seksi 1 masih ada kurang lebih 14 km yang belum diselesaikan. Namun demikian, pembebasan lahan seluruh seksi tersebut sudah selesai.

Jokowi pun meminta kepada Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk bisa menyelesaikan semua ruas tersebut maksimal Juni 2018. Dengan begitu, jalan tol tersebut bisa dilalui saat arus mudik tahun depan.

Dengan terus beroperasinya beberapa ruas tol yang menjadi bagian dari jalan tol Trans Sumatera ini, Jokowi memastikan akan mampu menekan biaya logistik di Sumatera Utara, khususnya yang keluar masuk Kota Medan.

"Kalau harga transportasi akan murah, barang yang dibawa truk juga akan murah. Karena biaya transportasi di Indoensia dibanding Singapura dan Malaysia 2,5 kali lebih mahal. Kalau bisa kita turunkan seperti negara lain daya saing kita meningkat," papar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

Biaya Investasi Rp 4,07 Triliun

Seperti diketahui, seksi yang diresmikan ini telah dibuka pada mudik Lebaran Juni lalu dan telah berhasil mempersingkat perjalanan dari Bandara Kualanamu menuju Tebing Tinggi.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), jalan tol ini dibangun dengan biaya investasi sebesar Rp 4,07 triliun. Ruas ini dimiliki konsesinya selama 40 tahun oleh PT Jasa Marga Kualanamu Tol.

Berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang telah ditandatangani pada Januari 2015, tarif yang akan dikenakan untuk golongan I pada ruas ini adalah Rp 744/km (tahun 2017).

Dengan perhitungan total panjang mencapai 41,6 km, maka tarif untuk kendaraan golongan satu dengan jarak terjauh (Parbarakan-Sei Rampah), tarif yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 30.950.

Namun, penentuan tarif ini masih bisa berubah, jika ada perubahan biaya investasi dalam perkembangannya. Tarif sendiri akan ditentukan oleh Menteri PUPR lewat surat keputusan (SK) yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat. (Yas)

Artikel Selanjutnya
Catat Ruas Tol yang Tak Terima Transaksi Tunai Mulai September
Artikel Selanjutnya
Makassar Bakal Bangun Tol Layang yang Terhubung dengan Bandara