Sukses

Anthon Sihombing: Asosiasi Siap Tertibkan Importir Nakal

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPP GINSI) periode 2017-2022, Anthon Sihombing bakal menertibkan dan membina anggota atau importir yang nakal dalam kegiatan impor. Ini adalah bentuk dukungan GINSI sebagai mitra pemerintah.

"Dengan melibatkan anggota DPR, bermitra dengan pemerintah sehingga bisa membantu dan mengayomi anggota GINSI, kalau ada anggota GINSI yang nakal, berperilaku di luar kewajaran, dan di luar peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah," tegas Anthon saat Konferensi Pers di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Anthon menjamin seluruh anggota GINSI yang merupakan para importir untuk kooperatif menjalankan aturan pemerintah dalam kegiatan impor barang, di antaranya memberitahukan detil impor kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

"Kami akan memberitahukan impor secara detil karena ini eranya transparan. Karena banyak anggota juga mengelur keluar masuk barang susah karena proses perpajakan dan di Bea Cukai," jelasnya.

Dia mengklaim, saat ini proses bongkar muat barang di kapal (dwelling time) di pelabuhan sudah berkurang. Namun faktanya biaya logistik masih tinggi.

"Dwelling time sudah tercapai, tapi biaya logistik masih tinggi sekali. Daya saing kita masih di bawah Vietnam, sehingga diharapkan pemerintah dapat mengatasi hal ini," tutur Anthon.

Untuk diketahui, Anthon Sihombing sebagai Ketua Umum BPP GINSI menggantikan Rofik Natahadibrata yang habis masa baktinya. Anthon akan mengemban tugas untuk periode 2017-2022.GINSI berdiri pada 21 Mei 1969.

Sebelumnya, organisasi lni bernama OPS Importir/Pedagang Besar yang didirikan pada tanggal 23 Maret 1956 di Surabaya. Lebih lanjut, Anthon mengatakan, GINSI berupaya menjalan peraturan-peraturan yang berlaku.

Selain Anthon Sihombing sebagai Ketua Umum BPP, GINSI juga menunjuk pengurus lain yakni:

1. Bowo Sidik Pangarso (Pembina/Penasehat)

2. Edison Betaubun (Pembina/Penasehat)

3. Erwin Taufan (Sekretaris Jenderal)

4. Setiaji (Wakil Ketua Bidang Kepelabuhanan)

5. Mustafa Kemal (Wakil Ketua Bidang Organisasi)

6. Husein Siregar (Wakil Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Pengadilan Kuatkan Putusan KPPU soal Kartel Perdagangan Sapi
Artikel Selanjutnya
Pengusaha Keluhkan Masalah Ekspor Impor kepada Sri Mulyani