Sukses

5 Hal yang Wajib Jadi Pengeluaran Awal Setelah Menikah

Liputan6.com, Jakarta - Menikah dianjurkan karena dengan menikah seseorang punya peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup. Tapi, kenyataannya justru banyak orang yang mengalami kesulitan finansial setelah menikah. Persoalan finansial biasanya terjadi karena keputusan keliru yang diambil di awal-awal kehidupan pernikahan.

Contohnya, salah menempatkan prioritas bulan madu di atas keperluan untuk memiliki hunian baik membeli maupun menyewa. Nah, agar pengantin baru tidak keliru mempersiapkan masa depan finansial, berikut prioritas kalian seperti dikutip dari CekAja.com:

1. Punya perlindungan asuransi

Saat menikah kebutuhan semakin banyak, praktis pengeluaran pun bertambah. Idealnya, harus ada tambahan penghasilan untuk menjaga kondisi finansial aman dari risiko seperti sakit. Saat jatuh sakit, apalagi sampai harus dirawat, orang harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit.

Padahal, keuangan sudah ketat. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melindungi diri dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Sebab, saat jatuh sakit biaya pengobatan tidak membebani Anda karena sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi.

2. Punya tabungan

Setelah menikah keinginan untuk konsumtif pasti sangat besar. Contohnya keinginan untuk bulan madu, keinginan untuk membeli perabotan bahkan keinginan untuk membeli kendaraan pribadi. Di sini dituntut kedewasaan Anda dalam berpikir dan memilih mana kebutuhan yang mendesak antara kebutuhan konsumtif dan tabungan.

Bila sudah cukup dewasa, Anda bisa mengurangi pengeluaran untuk konsumtif, misalnya dengan berbulan madu ke daerah yang dekat, dan mengalokasikan jumlah yang lebih besar untuk ditabung. Tabungan sebaiknya dipersiapkan untuk kelahiran buah hati.

3. Punya investasi

Instrumen investasi apapun akan semakin menguntungkan bila dimiliki dalam jangka panjang. Jika masing-masing Anda belum memiliki satupun investasi entah itu reksa dana, saham, atau instrumen lainnya, ini saat yang tepat untuk memulainya.

Jika dana yang tersedia tidak cukup banyak karena habis membiayai kebutuhan pernikahan, sebaiknya pilih instrumen yang relatif bisa dijangkau dengan harga murah seperti reksa dana.

Jika Anda memang tidak memiliki kebutuhan mendesak, ada baiknya menyimpan seluruh dana yang diperoleh dari uang amplop pernikahan pada instrumen yang memberi imbal hasil besar dalam jangka panjang seperti saham. Investasi sebaiknya dimiliki untuk kebutuhan pembiayaan pembelian rumah.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Pengeluaran rutin rumah tangga

Kebutuhan satu ini jelas harus diutamakan bila tak ingin kualitas hidup merosot. Jangan belanjakan habis uang Anda untuk kebutuhan konsumtif seperti belanja furnitur, kendaraan dan lain sejenisnya bila kebutuhan pokok belum terpenuhi dengan baik.

5. Punya dana darurat

Dana darurat diperlukan untuk membiayai kebutuhan penting yang mendesak. Bila sudah memiliki tabungan dan investasi, dana darurat sebenarnya sudah diwakilkan oleh dua pos simpanan tersebut. Kartu kredit juga bisa menjadi alternatif dana darurat bila menyisihkan dana untuk pos ini dirasa tak lagi mungkin.

Namun, pastikan menggesek kartu kredit hanya untuk kebutuhan yang sudah disepakati di awal oleh pasangan suami istri sebagai keperluan yang bisa dibiayai dengan dana darurat.

Artikel Selanjutnya
Diajak Nikah? Tanyakan 5 Hal ini Dulu!
Artikel Selanjutnya
Banyak Nabung Enggak Bikin Kaya, Begini Seharusnya