Sukses

Jokowi: Tak Akan Ada Ketergantungan Investasi di Negara Tertentu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah menyeimbangkan agar semua kepentingan-kepentingan yang ada terhadap Indonesia bisa dalam posisi seimbang. Hal ini menjawab ada suara kalau investasi yang terbanyak sekarang dari barat, Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok.

"Yang benar adalah kita sekarang ini, dan sudah saya mulai tiga tahun lalu untuk berkunjung dan pendekatan-pendekatan beberapa kali ke negara-negara di Timur Tengah," ujar Jokowi, saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis) di Bandung, Jawa Barat, yang dikutip dari laman Setkab, seperti ditulis Rabu (18/10/2017).

Jokowo menuturkan, tiga tahun lalu dirinya bertemu dengan Raja Salman, kemudian bertemu dengan Syekh Tamin dari Qatar, lalu bertemu dengan Syekh Muhammad dari Uni Emirat Arab (UEA), dan juga beberapa negara lain di kawasan Timur Tengah. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa Indonesia memerlukan investasi dan aliran dana masuk.

"Kami sudah mengundang tiga tahun ini, yang baru datang Sri Baginda Raja Salman, dan meninggalkan investasi di Indonesia kurang lebih Rp 80 triliun. Angka yang sangat besar sekali buat kita," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menceritakan sambutan para pemimpin negara-negara Timur Tengah itu dalam menyambut dirinya saat berkunjung ke negara-negara mereka. Misalnya Raja Salman, menjemputnya di depan pesawat, demikian juga Syekh Tamin dari Qatar.

Jokowi menuturkan, kalau bisa dilakukan, keseimbangan di Indonesia itu akan ada. Artinya, tidak akan ada ketergantungan pada negara-negara tertentu karena semua negara ada di Indonesia investasinya. Jokowi mengharapkan sejumlah investasi dari beberapa negara.

"Saya kira ke depan keseimbangan yang akan kita lakukan ke arah seperti itu," kata Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Peneliti LSI: Jokowi Sudah Berupaya Tekan Oligarki, Tapi...
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Jangan Sampai Program Kita Diklaim Orang Lain