Sukses

Sektor Infrastruktur Bawa IHSG Menguat

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal sesi perdagangan saham.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (20/10/2017), IHSG naik 12,54 poin atau 0,21 persen ke posisi 5.923,078. Kemudian pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB, IHSG kembali menguat 13,08 poin atau 0,22 persen ke posisi 5.923,01.

Indeks saham LQ45 juga menguat 0,42 persen ke posisi 983,99. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 63 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sedangkan 27 saham melemah dan 83 saham lainnya diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.926,47 dan terendah 5.918,53. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 3.533 kali dengan volume perdagangan 83,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 78,8 miliar.

Investor asing melakukan aksi beli Rp 8 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di posisi Rp 13.518.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur naik 0,99 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Diikuti sektor saham aneka industri yang naik 0,78 persen, dan keuangan naik 0,34 persen.

Adapun saham-saham yang mencatatkan top gainers antara lain saham TAXI naik 4,35 persen ke posisi Rp 350 per saham, saham INRU melonjak 3,95 persen ke posisi Rp 316 per saham, dan saham APLN menanjak 3,10 persen ke posisi Rp 266 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham CKRA melemah 5,56 persen ke posisi Rp 85 per saham. Kemudian CMPP tergelincir 3,38 persen ke posisi Rp 1.000 per saham, dan saham AGRS susut 6,02 persen ke posisi Rp 250 per saham.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi sebelumnya mengatakan, IHSG akan bergerak di support 5.875 dan resistance 5.930.

Laju IHSG akan melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya. IHSG ditutup melemah 18,67 poin atau 0,32 persen ke level 5.910,53.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

Artikel Selanjutnya
Investor Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat
Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Libur Idul Adha