Sukses

BTN Jadi Perusahaan dengan Aset di Atas US$ 1 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk masuk dalam satu dari tiga perusahaan dengan aset di atas US$ 1 miliar. Ini membuat BTN masuk jajaran 50 perusahaan terbaik di Indonesia, menurut Forbes Indonesia. Penilaian tersebut berdasarkan pada kinerja positif perseroan yang berkelanjutan dalam lima tahun berturut-turut.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan sejak memimpin Bank BTN, dirinya tidak hanya menargetkan perseroan mampu mencatatkan kinerja positif. Namun juga mencatatkan kinerja positif bisnis yang berkelanjutan.

Dia mengaku, menjalankan perusahaan yang mampu tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan memang bukan hal yang mudah. Apalagi, ekonomi Indonesia sempat mengalami tantangan, termasuk di sektor properti dan perbankan. 

Baginya, kunci utama adalah semangat, konsisten, inovasi, dan menjalankan bisnis dengan mengutamakan good corporate governance (GCG).

“Dengan adanya penghargaan ini akan terus memacu semangat kami baik untuk berinovasi dan menjalankan bisnis yang patuh pada asas GCG, sehingga kami dapat memberikan yang terbaik bagi para nasabah dan masyarakat Indonesia,” tambah dia.

BTN masuk dalam 50 perusahaan terbaik dari 558 emiten di Indonesia. Perusahaan-perusahaan terbaik tersebut diniliai berdasarkan kinerja jangka panjang di sisi penjualan, laba, dan return on investment(ROI) yang berkelanjutan serta melebihi entitas perusahaan lainnya.

Hingga Agustus 2017, emiten bersandi saham BBTN tersebut mencatatkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sekitar Rp 181,24 triliun atau naik 20,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 150,94 triliun di bulan yang sama tahun sebelumnya.

Selama lima tahun terakhir, kredit dan pembiayaan Bank BTN tercatat tumbuh positif dengan rata-rata pertumbuhan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 19,22 persen sejak akhir 2012 hingga periode yang sama pada 2016.

Kenaikan kredit dan pembiayaan tersebut juga turut menopang pertumbuhan aset Bank BTN selama lima tahun terakhir dengan capaian CAGR sebesar 17,66 persen, terhitung mulai Desember 2012 hingga Desember 2016.

Artikel Selanjutnya
BUMN Incar Laba Rp 250 Triliun di 2018
Artikel Selanjutnya
Cari Dana Rp 4 Triliun, Indonesia Power Sekuritisasi Aset