Sukses

Gojek akan Serius Kembangkan Bisnis Uang Elektronik pada 2018

Liputan6.com, Jakarta - CEO and Founder of Gojek Indonesia Nadiem Makarim mengatakan, Gojek terus mengembangkan layanan di sektor keuangan. Pada tahun depan, penyedia aplikasi transportasi berbasis online ini akan serius menggarap bisnis uang elektronik melalui Gopay.

Nadiem mengatakan, Gojek akan terus mengembangkan bis‎nis. Sejak 2015 dimulai dengan transportasi, 2016 jasa pengiriman makanan dan 2017 jasa pengiriman barang dan 2018 akan mengembangkan jasa pengiriman uang elektronik menggunakan aplikasi Gopay.

"Ke depan seperti apa, 2015 kita tranformasi transportasi, 2016 kita tranformasi Gofood, 2017 kita tranformasi logistik. 2018 tahun Gopay," kata Nadiem, dalam 2017 Market Outlook Be A Game Changer In Digital Era, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis malam (26/10/2017).‎

Menurut Nadiem, saat ini Gopay sebenarnya sudah jadi media transaksi uang elektronik di Indonesia, namun dia ingin kedepannya Gopay bisa lebih masif lagi dalam mendorong penggunaan uang elektronik.

"Gopay sudah jadi digital wallet di Indonesia, kedepannya kita ciptakan cashless ecconomy," tuturnya.

Dengan meningkatnya peran Gopay, diharapkan dapat meningkatkan dan memudahkan akses keuangan pada masyarakat. Pasalnya, saat ini baru 35 peren pendudu Indonesia yang memiliki akses keuangan dengan menjadi nasabah perbankan.

"Selama ini mereka tidak punya akses finance service, dari penduduk Indonesia 65 persen belum menjadi nasabah bank 35 persen nasabah bank, dari itu sedikit sekali yang melakuan transaksi non tunai, kita bertujuan me-repleace ini dengan hape itu misi kami 2018,"tutup Nadim.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Jurus Astragraphia Dorong Industri Printing di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Tanam Saham ke Grab, Apa yang Toyota Incar?