Sukses

BRI Life Berambisi Jadi Perusahaan Asuransi Jiwa Terbesar di RI

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan asuransi jiwa milik PT Bank Rakyat Indonesia, yaitu PT Asuransi BRI Life memasuki usia 30 tahun. Ke depan, BRI Life berambisi untuk menjadi perusahaan asuransi jiwa lokal terbesar di Indonesia.

Direktur Utama BRI Life Rianto Ahmadi mengatakan, jaringan serta infrastruktur BRI yang kuat dengan jumlah nasabah lebih dari 52 juta jiwa yang tersebar di seluruh Indonesia semakin memudahkan jalan bagi BRI Life untuk meraih ambisi tersebut.

“Semenjak perubahan struktur manajemen di tubuh BRI Life, kami fokus meningkatkan kinerja perusahaan untuk menjadi asuransi lokal yang terbesar di Indonesia. Peningkatan kinerja dalam kurun waktu satu tahun ini mencatat kenaikan hingga tiga-empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya, di mana sampai akhir tahun 2017 kami optimis akan membukukan pendapatan premi mencapai angka Rp 3,7 triliun," ujarnya di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh BRI Life untuk mempercepat laju pencapaian target perusahaan, di antaranya menyempurnakan layanan berbasis digital bagi nasabah, mulai dari awal pembelian hingga after sales service. Hal ini untuk memudahkan BRI Life dalam menjangkau nasabahnya, termasuk, saat ini tengah dipersiapkan pula adanya fasilitas customer portal bagi nasabah.

Demikian pula halnya untuk inovasi produk yang terus dikembangkan, bertepatan di usianya ke-30 ini pula, BRI Life meluncurkan dua produk link berbasis syariah yakni BRI Life Link Proteksi Syariah dan BRI Life Link Optima Syariah.

“Kami fokus dengan induk perusahaan dalam menggarap kanal distribusi bancassurance, melalui inklusi keuangan yang suistanable yang dilakukan oleh sales forces BFA (Bancassurance Finacial Advisor) BRI Life yang saat ini berjumlah lebih dari 1.000 orang BFA yang tersebar di unit-unit kerja BRI di seluruh Indonesia, dengan target penambahan BFA hingga akhir tahun 2017 mencapai sekitar 1300 BFA.

 

Artikel Selanjutnya
Hotel Indonesia Natour Masih Merugi Rp 20 Miliar
Artikel Selanjutnya
Top 3: Jepang Relokasi Pabrik Pengolahan Ikan ke RI