Sukses

Ekonomi AS Bakal Membaik Picu Bursa Asia Menghijau

Liputan6.com, Tokyo - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini usai bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve optimistis terhadap ekonomi AS.

Selain itu, kenaikan suku bunga diperkirakan terjadi sekali lagi pada Desember 2017. Ditambah sentimen investor menanti sosok pengganti pimpinan the Federal Reserve Janet Yellen. Diperkirakan gubernur the Federal Reserve Jerome Powell akan menggantikan Janet Yellen pada akhir masa jabatannya Februari 2018.

Adanya harapan presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memiliki Powell yang dinilai dovish terhadap suku bunga atau lebih lunak menekan imbal hasil surat berharga AS dan dolar AS pada pekan ini.

Di awal perdagangan, indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,2 persen. Bursa Jepang akan tutup pada Jumat untuk peringati libur nasional.

Investor asing pun kembali mencatatkan aksi beli di bursa Jepang dalam enam minggu ini. Di pasar Asia, imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun berada di kisaran 2,37 persen. Indeks dolar AS turun 0,1 persen menjadi 94,71.

Sementara itu, dolar AS berada di kisaran 114,15 terhadap yen. Euro naik 0,1 persen berada di posisi US$ 1,1630.

Harga minyak cenderung stabil. Harga minyak Brent mendatar di posisi US$ 60,49 per barel. Sedangkan harga minyak Amerika Serikat turun enam sen ke posisi US$ 54,24.

Penguatan bursa saham Asia juga didukung dari wall street yang menguat. Itu didorong sentimen bank sentral AS atau the Federal Reserve mempertahankan suku bunga.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Bursa Saham AS Menguat Imbas Suku Bunga The Fed Tetap

Sebelumnya bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat usai bank sentral AS atau the Federal Reserve mempertahankan suku bunga dan memberikan sinyal pertumbuhan ekonomi.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 57,77 poin atau 0,25 persen ke posisi 23.435,01. Indeks saham S&P 500 naik tipis 4,1 poin atau 0,16 persen ke posisi 2.579,36. Indeks saham Nasdaq tergelincir 11,14 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.716,53.

Hasil pertemuan bank sentral AS membayangi laju bursa saham AS. Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve mempertahankan suku bunga dari hasil pertemuan pada pekan ini.

Keputusan Bank sentral AS tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang solid dan penguatan pasar tenaga kerja. Langkah itu juga menunjukkan dampak badai yang berkurang. Oleh karena itu kemungkinan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) naik pada Desember.

The Federal Reserve menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada 2017. Diperkirakan kenaikan suku bunga sekali lagi pada akhir 2017, dan ini merupakan bagian pengetatan kebijakan moneter sejak 2015.

"Satu hal sudah dikonfirmasi dengan harapan pasar kalau suku bunga the Federal Reserve tidak naik pada pertemuan kali ini. The Fed juga memberikan pernyataan soal ekonomi, dan itu sedikit memberikan kepercayaan investor," jelas Alan Lancz, Presiden of Investment Advisory Alan B.Lancz and Associates Inc seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis 2 November 2017.

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Ikuti Wall Street
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Naik Terdorong Revisi Pertumbuhan Ekonomi AS