Sukses

Sektor Infrastruktur Dorong IHSG Naik 13,88 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada awal sesi perdagangan saham. Penguatan IHSG ini mengikuti bursa global.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (2/11/2017), IHSG naik 13,88 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.052,02. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 10,64 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.048,16. Indeks saham LQ45 menguat 0,53 persen ke posisi 1.005,49. Sebagian besar indeks saham LQ45 menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau.

Ada sebanyak 117 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 30 saham melemah dan 108 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.055,93 dan terendah 6.042,94.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 15.040 kali dengan volume perdagangan saham 306,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 239,7 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 2,68 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.548.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham perdagangan turun 0,22 persen. Sektor saham infrastruktur naik 1,12 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Sektor saham tambang menguat 0,48 persen dan sektor saham keuangan mendaki 0,40 persen.

Saham-saham yang menguat dan tercatat sebagai top gainers antara lain saham MCAS naik 24,64 persen ke posisi Rp 2.580 per saham, saham RBMS mendaki 9,52 persen ke posisi Rp 115 per saham, dan saham HDFA menanjak 7,69 persen ke posisi Rp 224 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO melemah 25 persen ke posisi Rp 450 per saham, saham ARTA tergelincir 13,10 persen ke posisi Rp 252 per saham, dan saham SMDR susut 3,68 persen ke posisi Rp 262 per saham.

Sebagian besar bursa Asia tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,14 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,10 persen indeks saham Shanghai susut 0,40 persen dan indeks saham Singapura merosot 0,39 persen. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,18 persen dan indeks saham Taiwan naik 0,13 persen.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk ke pasar saham sehingga bantu laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, rilis data ekonomi menunjukkan kondisi ekonomi stabil. Hal itu jadi salah satu faktor penopang dari proses perjalanan kenaikan IHSG. Selain itu, aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.911-6.048," ujar William dalam ulasannya, Kamis 2 November 2017.

Berdasarkan laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, IHSG naik 0,54 persen pada perdagangan saham kemarin didorong saham bank dan tambang. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk turun dua persen dan mendorong penurunan IHSG.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

 

1 dari 2 halaman

Menu Saham Pilihan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk ke pasar saham sehingga bantu laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, rilis data ekonomi menunjukkan kondisi ekonomi stabil. Hal itu jadi salah satu faktor penopang dari proses perjalanan kenaikan IHSG. Selain itu, aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.911-6.048," ujar William dalam ulasannya, Kamis 2 November 2017.

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan IHSG akan konsolidasi di kisaran 5.997-6.050. Aksi ambil untung akan membayangi IHSG.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan saham kemarin, IHSG naik 32,36 poin ke posisi 6.038. Penguatan IHSG mengikuti kenaikan bursa Asia. Tingkat inflasi secara tahunan di bawah harapan 3,5 persen dari 3,72 persen menjadi katalis positif.

Selain itu, sektor saham tambang mencatatkan penguatan terbesar 2,15 persen, perdagangan 1,16 persen dan keuangan 1,14 persen. Meski pun investor asing tercatat aksi jual sangat signifikan di awal bulan Rp 1,12 triliun usai sejumlah riset global menilai momentum IHSG sudah cukup tinggi.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Ace Hardware Tbk (ACES).

Sedangkan William memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Libur Idul Adha
Artikel Selanjutnya
Sektor Tambang Dorong IHSG Melaju ke Zona Hijau