Sukses

Taipan China Rogoh Rp 16 Miliar Sulap Pesawat Bekas Jadi Restoran

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pengusaha China dari Provinsi Huan rela menggelontorkan US$ 1,2 juta atau setara Rp 16,2 miliar (estimasi kurs 13.500 per dolar AS) untuk membeli dua buah pesawat bekas. Meski tidak biasa, taipan satu ini ternyata memiliki niat untuk mengubah dua pesawat tersebut menjadi hotel dan restoran.

Dilansir dari shanghaiist.com, Sabtu (4/11/2017) pesawat bekas yang dibelinya adalah jenis BAe 146s yang dibuat oleh British Aerospace. Pesawat tersebut kemudian digunakan oleh China Eastern Airlines sebagai pesawat komersil untuk mengangkut penumpang.

Setelah tidak terpakai, kedua pesawat itu teronggok di sebuah lahan dekat kota Zhumadian. Pemilik baru pesawat itu yakin dengan dibangunnya restoran dan hotel dari pesawat ini bisa membantu meningkatkan pariwisata dan perekonomian lokal.

Sebelum bisa seratus persen berubah fungsi, dua pesawat bekas itu pun mengalami perubahan total. Seluruh kursi dan benda pendukung lain dalam badan pesawat dikeluarkan sehingga memberikan rongga yang cukup untuk kursi makan atau kamar hotel.

Ini bukanlah kali pertama pengusaha dari China memiliki ide mengubah pesawat menjadi restoran. Sebelumnya, seorang pebisnis asal negeri tirai bambu tersebut juga ada yang membeli pesawat bekas dari maskapai Batavia Air senilai Rp 71 miliar.

Ia kemudian menyulapnya menjadi restoran di Kota Wuhan. Restoran tersebut diberi nama Lili Airlines dan dibuka untuk umum pada 9 September 2016.

Restoran dalam pesawat (dailymail)

Menurut pemiliknya, pengunjung dibuat seakan sedang terbang dengan pesawat itu, dan para pramusajinya memakai pakaian pramugari dan pramugara untuk menguatkan kesan itu. Restoran itu pun sangat terkenal dan dikunjungi setidaknya 150 pengunjung per hari. Harga maknanya berkisar antara Rp 322 ribu hingga Rp 812 ribu.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Penampakan

Berikut ini penampakan pesawat tersebut:

 

 

Pesawat bekas dari maskapai Batavia Air menjadi restoran dengan nama Lili Airlines 

Artikel Selanjutnya
Jadi Kota Termahal di Rusia, Berapa Biaya Hidup di Moskow?
Artikel Selanjutnya
Harta Karun, Ferrari Langka 40 Tahun Teronggok di Gudang