Sukses

Transaksi Saham Capai Rp 8 Triliun pada Sesi I, Ada Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang penutupan sesi pertama perdagangan saham Kamis (2/11/2017), transaksi saham sudah mencapai Rp 8 triliun. Biasanya rata-rata dalam satu hari perdagangan jumlah transaksi saham Rp 7 triliun. Lalu ada apa di pasar saham?

Berdasarkan data RTI, saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mencapai Rp 3,6 triliun di pasar negosiasi. Saham SMMA ditransaksikan di kisaran harga Rp 8.000 atau turun 15,79 persen. Total frekuensi perdagangan saham sekitar tiga kali. Harga saham SMMA ditransaksikan di level tertinggi Rp 8.000.

Sedangkan di pasar reguler, saham SMMA tidak ada pergerakan. Harga saham SMMA di kisaran Rp 9.975.

Saham PT Bank Sinarmas Tbk transaksinya mencapai Rp 1,1 triliun di pasar negosiasi. Saham BSIM turun 16,47 persen ke posisi Rp 710 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar empat kali. Saham BSIM juga tidak ada pergerakan di pasar reguler. Saham BSIM berada di level Rp 900.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun mencatatkan kenaikan tertinggi dalam intraday atau pada sesi perdagangan. Sebelum penutupan sesi pertama pukul 12.00, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.082,22 dan terendah 6.042.

Ada sebanyak 164 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 150 saham melemah. 116 saham lainnya diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 175.913 kali dengan volume perdagangan 6,4 miliar saham. Nilai transaksi Rp 8 triliun.

Investor asing mencatatkan aksi beli Rp 152,32 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.540.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur naik 2,27 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan mendaki 1,06 persen dan sektor saham aneka industri menanjak 0,72 persen.

Akhirnya pada penutupan sesi I, IHSG naik 26 poin ke posisi 6.064,14. Indeks saham LQ45 menguat 0,78 persen ke posisi 1.008,05. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Ada sebanyak 155 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 155 saham melemah dan 120 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 183.414 kali dengan volume perdagangan 6,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 8,1 triliun.

Investor asing melakukan aksi beli Rp 165,62 miliar di pasar reguler. Sedangkan seluruh pasar aksi jual tercatat Rp 4,61 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.544.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

IHSG Naik 13 Poin pada Pembukaan Perdagangan Saham

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada awal sesi perdagangan saham. Penguatan IHSG ini mengikuti bursa global.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (2/11/2017), IHSG naik 13,88 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.052,02. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 10,64 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.048,16. Indeks saham LQ45 menguat 0,53 persen ke posisi 1.005,49. Sebagian besar indeks saham LQ45 menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau.

Ada sebanyak 117 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 30 saham melemah dan 108 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.055,93 dan terendah 6.042,94.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 15.040 kali dengan volume perdagangan saham 306,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 239,7 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 2,68 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.548.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham perdagangan turun 0,22 persen. Sektor saham infrastruktur naik 1,12 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Sektor saham tambang menguat 0,48 persen dan sektor saham keuangan mendaki 0,40 persen.

Saham-saham yang menguat dan tercatat sebagai top gainers antara lain saham MCAS naik 24,64 persen ke posisi Rp 2.580 per saham, saham RBMS mendaki 9,52 persen ke posisi Rp 115 per saham, dan saham HDFA menanjak 7,69 persen ke posisi Rp 224 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO melemah 25 persen ke posisi Rp 450 per saham, saham ARTA tergelincir 13,10 persen ke posisi Rp 252 per saham, dan saham SMDR susut 3,68 persen ke posisi Rp 262 per saham.

Sebagian besar bursa Asia tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,14 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,10 persen indeks saham Shanghai susut 0,40 persen dan indeks saham Singapura merosot 0,39 persen. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,18 persen dan indeks saham Taiwan naik 0,13 persen.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk ke pasar saham sehingga bantu laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, rilis data ekonomi menunjukkan kondisi ekonomi stabil. Hal itu jadi salah satu faktor penopang dari proses perjalanan kenaikan IHSG. Selain itu, aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.911-6.048," ujar William dalam ulasannya, Kamis 2 November 2017.

Berdasarkan laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, IHSG naik 0,54 persen pada perdagangan saham kemarin didorong saham bank dan tambang. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk turun dua persen dan mendorong penurunan IHSG.

Artikel Selanjutnya
Asing Masih Jual Saham, IHSG Turun ke 5.864,05
Artikel Selanjutnya
Semester I 2017, Laba 118 BUMN Stagnan