Sukses

Pertamina Beli Gas dari ConocoPhillips untuk Kilang Dumai

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) membeli gas dari ConocoPhillips (Grissik) Ltd sebesar 65 triliun british thermal unit (TBTU). Pembelian tersebut ‎untuk mendukung operasional fasilitas pengolahan minyak (kilang) Dumai II.

Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani menjelaskan, Pertamina mendorong berbagai upaya untuk mendukung pelaksanaan proyek kilang atau Refinery Unit (RU) II Dumai, dengan memaksimalkan penggunaan gas dalam operasional.

"Langkah ini sebagai bentuk keseriusan Pertamina dalam mendorong pemanfaatan gas sebagai bahan bakar operasional kilang yang lebih efisien," kata Yenni, di Jakarta, Sabtu (4/11/2017).

Menurut Yenni, ‎pemenuhan kebutuhan gas tersebut akan dipasok melalui pembelian gas. Pertamina telah melakukan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan ConocoPhillips (Grissik).

PJBG yang akan berlangsung selama 5 tahun dari tahun 2018-2023. Total volume kontrak sebesar 65 triliun british thermal unit (TBTU).

“Pembelian gas ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas di RU II Dumai pada fase konversi dan RDMP,” tutur Yenni.

Gas tersebut akan dipasok dari Wilayah Kerja Migas Corridor dan lapangan unitisasi yang terkait dengan Blok Corridor di mana titik penyerahan di Grissik Gas Plant Gate.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Penyerahan gas

Penyerahan gas akan dilakukan dalam 2 tahap, yakni tahap I pada pertengahan 2018 hingga 2020 sebesar 57 Million Standard Cubic Feet per Day (MMCFD), dan tahap II pada 2021 hingga proyek RDMP Dumai dimulai sebesar 120 MMCFD.

Untuk mendukung realisasi konversi gas di kilang Dumai, Pertamina juga tengah membangun jalur pipa transmisi Duri–Dumai sepanjang 67 Km bekerjasama dengan Transportasi Gas Indonesia.

Yenni menambahkan, penggunaan gas sebagai bahan bakar operasional di kilang menjadi salah satu jawaban bagi bisnis hilir Pertamina dalam upaya meningkatkan efisiensi di rantai kegiatan pengolahan.

“Ini merupakan langkah strategis di mana akan meminimalisir biaya bahan bakar dalam operasi kilang,”tutup Yenni.

Artikel Selanjutnya
ESDM Optimistis Lembaga Penyalur BBM Satu Harga Capai Target
Artikel Selanjutnya
Kapal 169 Nelayan di Labuan Batu Kini Pakai LPG