Sukses

IHSG Berpeluang Naik, Cermati 7 Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Aliran dana investor asing diharapkan kembali masuk ke pasar saham.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, fundamental ekonomi terlihat masih dalam kondisi stabil. Ini ditunjukkan dari rilis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2017. Indonesia catatkan pertumbuhan ekonomi 5,06 persen pada kuartal III 2017.

Ini juga menjadi faktor penopang penguatan IHSG pada perdagangan saham kemarin. William mengharapkan aliran dana investor asing yang masuk ke pasar saham dan data pertumbuhan ekonomi Indonesia masih topang penguatan IHSG.

"IHSG akan bergerak di kisaran 5.969-6.098," ujar William dalam ulasannya, Selasa (7/11/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan bergerak variasi dengan kisaran 6.033-6.075.

"Pergerakan IHSG secara teknikal konsolidasi positif pada zona jenuh beli seiring pergerakan yang mulai jenuh terlihat dari indikator stochastic. Pengujian level support moving average lima harian dan 20 harian terus membayangi hingga menjadi kekhawatiran investor," jelas Lanjar.

Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin, IHSG naik 11,28 poin ke posisi 6.050,82. Ini seiring optimisme investor pada pertumbuhan ekonomi dan indeks kepercayaan bisnis di Indonesia.

Sektor saham infrastruktur dan industri dasar menjadi penopang IHSG. Investor asing melakukan aksi jual Rp 157,66 miliar.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Ace Hardware Tbk (ACES), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA).

Sedangkan William memilih saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Astra International Tbk (ASII), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Kembali Cetak Level Tertinggi

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau meski sempat melemah di awal sesi perdagangan. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,06 persen pada kuartal III 2017 menjadi katalis positif untuk pergerakan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin 6 November 2017, IHSG naik 11,28 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.050,82. Indeks saham LQ45 menguat 0,17 persen ke posisi 1.007,22. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Level IHSG ke 6.050 merupakan level tertinggi dalam sejarah. Sebelumnya IHSG sempat sentuh level tertinggi di 6.025 pada 25 Oktober 2017.

Ada sebanyak 179 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. 154 saham lainnya melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 125 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 6.062,06 dan terendah 6.025,07. Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 296.441 kali dengan volume perdagangan saham 8,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,3 triliun.

Investor asing melakukan aksi beli Rp 273,31 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.515.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur naik 1,39 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar mendaki 1,11 persen dan sektor saham konstruksi menanjak 0,76 persen.

Sektor saham barang konsumsi turun 0,80 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang tergelincir 0,35 persen.

Saham-saham catatkan top gainers antara lain saham BVIC naik 17,46 persen, saham SIMA menguat 12,96 persen, dan saham META melonjak 11,43 persen.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MCAS susut 12,74 persen ke posisi Rp 2.260, saham ITMG tergelincir 4,56 persen ke posisi Rp 21.475, dan saham KREN turun 4,42 persen ke posisi Rp 540 per saham.

Sebagian besar bursa Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,02 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi merosot 0,33 persen, indeks saham Singapura turun 0,07 persen, dan indeks saham Taiwan tergelincir 0,13 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,06 persen pada kuartal III 2017 menjadi sentimen positif untuk pasar saham.

"Rilis data ekonomi Indonesia tumbuh 5,06 persen lebih bagus dibandingkan perkiraan. Selain itu, lebih tinggi dari periode sebelumnya yang di kisaran 5,01 persen," kata Reza.

Akan tetapi, menurut Reza laju IHSG akan konsolidasi di kisaran 6.050-6.060. Ia pun menuturkan, IHSG sudah mencapai level tertingginya dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan.

"Awal sesi, IHSG sempat melemah kemudian dapat diimbangi pelaku pasar yang tetap bertahan di pasar saham. Waspadai aksi profit taking," kata Reza.

Dari sentimen eksternal, menurut Reza belum ada yang terlalu pengaruhi pasar. Pelaku pasar mencermati perkembangan reformasi pajak yang dilakukan pemerintahan Amerika Serikat di bawah pimpinan Donald Trump. Selain itu, pelaku pasar menanti kebijakan dari pengganti pimpinan bank sentral Amerika Serikat Janet Yellen yang habis masa jabatan pada awal 2018.

Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Menguat, Awasi Saham Pilihan Ini
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati Saham Pilihan Ini