Sukses

Wall Street Cetak Rekor Ditopang 2 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta Saham Amerika Serikat naik ke rekor tertinggi pada hari Senin di tengah optimisme tentang aktivitas merger dan karena investor bertaruh bahwa rencana Partai Republik untuk memotong pajak perusahaan akan meningkatkan pendapatan.

Saham Qualcomm naik 1,15 persen setelah Broadcom menawarkan untuk membeli pemasok supplier chip smartphone tersebut US$ 103 miliar dan menjadi akuisisi terbesar di sektor teknololgi. Saham Broadcom naik 1,42 persen.

"Faktanya kesepakatan itu besar," ujar Paul Nolte, Portfolio manager di Kingsview Asset Mangement di Chicago dilansir Reuters, Selasa (7/11/2017).

"Kita tidak melihat ada kesepakatan yang dibuat pada tahun ini. Ini bisa jadi awal dari kesepakatan yang dibuat sebagai imbas dari perubahan kebijakan pajak," imbuhnya.

Optimisme investor juga didorong oleh proposal Partai Republik pekan lalu untuk memangkas tarif pajak perusahaan menjadi 20 persen dari 35 persen dan mengakhiri beberapa keringanan pajak untuk perusahaan dan individu.

"Saya pikir itu harus menjadi pendorong utama," kata John Brady, managing director di R.J. O'Brien & Associates di Chicago. "Bahkan jika hanya mencapai 25 persen atau 27 persen, itu masih bergerak dengan cara yang benar," katanya.

Dow Jones Industrial Average naik 0,04 persen untuk menetap di level 23.548,42, sementara S&P 500 menambahkan 0,13 persen untuk menetap di level 2.591,13 dam Nasdaq menambahkan 0,33 persen untuk menetap di level 6.786,44.

Artikel Selanjutnya
Wall Street Tertekan, Sektor Ritel Bebani Gerak Bursa AS
Artikel Selanjutnya
Cetak Rekor Tertinggi, Dow Jones Dekati Level 22.000