Sukses

IHSG Kembali Cetak Rekor Baru Tertinggi di 6.060

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau meski penguatannya terbatas. Bahkan, IHSG kembali mencetak rekor tertinggi baru.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (7/11/2017), IHSG naik 9,63 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.060,45. Indeks saham LQ45 naik 0,29 persen ke posisi 1.010,09. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Ada 161 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau, sedangkan 171 saham melemah. Sebanyak 125 saham lainnya diam di tempat. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.065,28 dan terendah 6.047,26.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 324.535 kali dengan volume perdagangan saham 8,7 miliar. Nilai transaksi harian saham Rp 7,2 triliun.

Investor asing melakukan aksi beli Rp 460,05 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.507.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham aneka industri naik 1,33 persen, dan mencatat penguatan tertinggi. Sektor saham tambang mendaki 0,89 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,46 persen.

Adapun sektor saham konstruksi turun 0,41 persen, sektor saham industri dasar susut 0,32 persen, dan sektor saham perdagangan tergelincir 0,27 persen.

Saham-saham jadi top gainers antara lain saham MDKI naik 13,01 persen ke posisi Rp 330 per saham, saham MCOR melonjak 10,58 persen ke posisi Rp 230 per saham, dan saham ELSA menanjak 7,59 persen ke posisi Rp 340 per saham.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham TRAM turun 5,23 persen ke posisi Rp 163 per saham, saham AISA merosot 3,89 persen ke posisi Rp 865, dan saham ZINC tergelincir 3,47 persen ke posisi Rp 1.670 per saham.

Bursa Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,39 persen, indeks saham Jepang Nikkei melonjak 1,73 persen, indeks saham Shanghai mendaki 0,75 persen, indeks saham Singapura naik 0,92 persen, dan indeks saham Taiwan mendaki 0,50 persen. Sebaliknya, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,16 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, harga minyak melonjak turut memengaruhi laju IHSG. Ini ditunjukkan dengan penguatan sektor saham tambang. Ia menambahkan, saat ini tidak banyak sentimen. Pelaku pasar masih respons positif pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 di kisaran 5,06 persen. "Sentimen tidak banyak masih dari data GDP meski tidak sesuai harapan tetapi ada pertumbuhan," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Lanjutkan Penguatan di Awal Sesi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada awal sesi perdagangan saham Selasa ini. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG mencetak rekor tertinggi.

Pada pra-pembukaan perdagangan saham, Selasa, 7 November 2017, IHSG naik 4,92 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.055,74. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 6,32 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.055,76. Indeks saham LQ45 menguat 0,10 persen ke posisi 1008,04.

Ada 86 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau, sedangkan 24 saham melemah dan 100 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.060,68 dan terendah 6.050,98.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.988 kali dengan volume perdagangan saham 304 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 155 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 21 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.506.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat, kecuali sektor saham infrastruktur, keuangan, dan industri dasar. Sektor saham pertambangan naik 0,33 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Sektor saham barang konsumsi menguat 0,24 persen dan sektor saham konstruksi mendaki 0,19 persen.

Saham-saham yang menguat dan tercatat sebagai top gainers antara lain saham RBMS naik 10,06 persen ke posisi Rp 175 per saham, saham ASJT mendaki 8,77 persen ke posisi Rp 650 per saham, dan saham KIOS menanjak 7,56 persen ke posisi Rp 2.420 per saham.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham SMBR melemah 4,64 persen ke posisi Rp 2.880 per saham, saham CTTH tergelincir 4,17 persen ke posisi Rp 69 per saham, dan saham PORT susut 3,91 persen ke posisi Rp 344 per saham.

Artikel Selanjutnya
Bursa Global Menguat, IHSG Naik Terbatas
Artikel Selanjutnya
IHSG Bakal Menguat, Awasi Saham Pilihan Ini