Sukses

Antisipasi Kebutuhan Listrik Jakarta, PLN Tanam Kabel Bawah Tanah

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mulai membentangkan kabel bawah tanah Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kilo Volt (kV) Cikupa-Curug‎, Banten. Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Barat (DIRREG JBB) Haryanto WS mengatakan, pembentangan kabel Saluran Kabel Tegangan Tinggi menjadi bagian dari pembangunan Sistem Looping SUTET 500 kV Balaraja Duri Kosambi.

Infrastrutur tersebut memiliki peran untuk evakuasi daya listrik pembangkit yang terletak di sisi barat Jawa, menuju sistem Jakarta dan Banten sebagai upaya perkuatan sistem kelistrikan di Jakarta dan Banten.

"Proyek ini sangat strategis, ini awal proyek besar PLN dari Curuk ke arah Duri Kosambi, ini kita tunggu dari beberapa tahun lalu,‎" kata Haryanto, saat menghadiri pembentangan kabel SKTT, di Serpong, Tangerang, Banten Kamis (7/11/2017).

Kabel tersebut menyalurkan energi listrik dari Gardu Induk (GI) Cikupa ke GI Curug, sehingga dapat memperbaiki mutu, dan keandalan penyaluran tenaga listrik ke konsumen.

Pembentangan rute total sepanjang 19 km ini menelan biaya Rp 1,3 triliun, SKTT 150 kV Cikupa Curug menggunakan sistem double sirkit, dengan tegangan nominal 150 kV dan juga menggunakan kabel tanah XLPE CU 2 x 1000 mm2 dengan total kapasitas 815 Amper sirkit yang setara dengan 242 Mega Watt (MW).

‎"Dengan adanya pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat mengantisipasi pertambahan kebutuhan tenaga listrik yang ada di Tangerang serta meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi Banten,"‎ tutup Haryanto.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

minimalisir kabel atas tanah

Untuk diketahui, PLN berinovasi dalam menyambungkan jaringan kelistrikan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) untuk wilayah Jakarta. Demi tak mengganggu kenyamanan dan fasilitas publik lain, PLN akan membentangkan kabel listrik di bawah tanah.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, Murtaqi Syamsudin mengatakan, pembangunan jaringan SKTT bawah tanah merupakan permintaan Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk meminimalkan kabel di atas permukaan tanah. Dengan tujuan menjaga estetika kota dan kegiatan publik tidak terganggu. Atas keinginan tersebut, PLN tidak lagi membuat menara penghubung kabel atau Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

"Simple saja, pihak pemda menginginkan Jakarta sudah diminimalkan ‎kabel-kabel di atas tanah itu supaya keindahan kota terjaga, pelaksanaan pembangunannya juga tidak mengganggu kegiatan publik," kata Murtaqi.

Menurut Murtaqi, dalam membangun jaringan kelistrikan dengan metode bawah tanah, PLN tidak perlu lagi melakukan pembebasan lahan, sehingga waktu penyelesaian pembangunan menjadi lebih cepat. Tetapi, biaya yang dibutuhkan menjadi jauh lebih mahal 2 sampai 3 kali lipat, karena menggunakan metode baru.

‎"‎Enggak karena ini melalui jalur-jalur yang ditunjuk pemda. Kalaupun ada pembebasan lahan itu sifatnya sementara, jadi kita sewa tempat untuk memasang," ucap Murtaqi.

Artikel Selanjutnya
Stasiun Pengisian Listrik Sudah Hadir di Kota-Kota Ini
Artikel Selanjutnya
Listrik Gratis untuk Desa dari Aliran Danau Ranau