Sukses

Bank of Tokyo-Mitsubishi Incar 40 Persen Saham Bank Danamon

Liputan6.com, Jakarta - Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) berniat membeli 40 persen saham Bank Danamon sekitar 200 miliar yen atau US$ 1,75 miliar. Angka itu setara Rp 23,65 triliun (asumsi kurs Rp 13.515 per dolar Amerika Serikat).

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) bermaksud membeli saham emiten bank berkode BDMN ini dari Temasek Holdings Singapura, yang merupakan pemegang saham utama. Demikian mengutip laman Reuters, Kamis (9/11/2017).

BTMU berencana berinvestasi di bank kelima terbesar di Indonesia itu pada 2018. Menurut sumber Reuters, kesepakatan dasar kedua pihak akan dilakukan tahun ini.

Selain itu, bank tersebut juga ingin mengambil saham mayoritas di Bank Danamon pada masa mendatang jika bisa mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia (BI). Sumber Reuters lain menyebutkan kalau pembicaraan pembelian saham masih tahap awal. Belum dapat dipastikan kesepakatan tersebut.

Mengutip laman Nikkei, kepemilikan asing terhadap bank-bank di Indonesia dibatasi 40 persen. Pembatasan ini dapat rileks bagi investor yang memenuhi persyaratan tertentu misalnya berkontribusi bagi ekonomi domestik.

Dihadapkan dengan pertumbuhan lambat di dalam negeri, BTMU telah memperluas kehadirannya di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, juga memegang saham Vientinbank di Vietnam, Bank of Ayudhya Thailand, dan Security Bank Corp di Filipina.

Berdasarkan data RTI, pemegang saham PT Bank Danamon Tbk per 30 September 2017 antara lain Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd sebesar 67,37 persen, JPMCB-Franklin Templeton Inv.Fund sebesar 6,51 persen, Sng Seow Wah sebesar 0,02 persen, Vera Eve Lim sebesar 0,06 persen, Michellina Laksmi sebesar 0,01 persen, Satinder Pal Singh sebesar 0,01 persen, dan publik kurang dari lima persen memiliki saham BDMN sebesar 26,02 persen.

Adanya kabar Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ berniat beli saham Bank Danamon mendongkrak harga sahamnya. Pada awal sesi, saham Bank Danamon naik 11,34 persen menjadi Rp 5.400 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.443 kali dengan nilai transaksi Rp 53,6 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Laba Bank Danamon Tumbuh 21 Persen hingga Akhir September

PT Bank Danamon Tbk mencatatkan laba bersih setelah pajak Rp 3 triliun hingga akhir September 2017. Laba bersih itu tumbuh 21 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didorong dari pendapatan bunga bersih akibat dari proses transformasi yang sedang berlanjut, pengelolaan biaya operasional yang baik, dan biaya kredit lebih rendah.

"Danamon terus mencatat pertumbuhan laba seiring dengan strategi kami untuk optimalkan operasional dan diversifikasi sumber pendapatan sesuai dengan rencana. Kualitas aset kami menunjukkan peningkatan signifikan yang ditandai oleh penurunan biaya kredit. Pada saat yang sama, biaya dana terus menurun sejalan dengan pembenahan pada pendanaan dan peningkatan rekening tabungan bersifat granular," jelas Direktur PT Bank Danamon Tbk Vera Lim dalam keterangan tertulis, 30 Oktober 2017.

Portofolio kredit Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market. Danamon membukukan pertumbuhan pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM), enterprise, dan mortgage. Kredit pada segmen UKM tumbuh 10 persen menjadi Rp 27,5 triliun. Portofolio enterprise, terdiri dari perbankan korporasi, komersial, dan institusi keuangan, tumbuh 7 persen menjadi Rp 35,7 triliun. Sementara kredit mortgage tumbuh 31 persen menjadi Rp 5,4 triliun.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh lima persen menjadi Rp 119,2 triliun dibandingkan setahun sebelumnya. Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh tujuh persen untuk roda dua dan delapan persen untuk roda empat dibandingkan setahun sebelumnya. Pembiayaan total Adira Finance adalah sebesar Rp 44,2 triliun atau tumbuh satu persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Perseroan mencatatkan rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) pada 93,8 persen, likuiditas terkelola dengan baik. Pada saat sama, giro dan tabungan (CASA) naik lima persen menjadi Rp 47,8 triliun. Adapun rasio CASA tumbuh menjadi 47,5 persen dari 43,9 persen pada setahun sebelumnya. Deposito turun 9 persen menjadi Rp 52,7 triliun melalui pelepasan dana mahal.

Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank dikelompoknya. CAR konsolidasikan berada pada posisi 22,3 persen, sementara CAR bank only berada pada 23,8 persen.

Danamon terus meningkatkan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Total kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) turun 6 persen menjadi Rp 3,9 triliun, pada saat NPL industri naik 3 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Rasio kredit bermasalah (gross non-performing loans) Danamon tercatat pada 3,3 persen, yang masih di bawah batas yang ditentukan regulator, yaitu 5 persen. Biaya Kredit (Cost of Credit) juga menurun 25 persen menjadi Rp 2,5 triliun. Rasio Biaya Kredit (Cost of Credit Ratio) berada pada tingkat 2,6 persen atau membaik 90 bps dibandingkan setahun sebelumnya.

Artikel Selanjutnya
Backdoor Listing, Indonesia AirAsia Bakal Masuk Pasar Saham
Artikel Selanjutnya
Investor Thailand Caplok 10 Persen Saham Bank Maspion