Sukses

Resmi Jadi Mantu Presiden Jokowi, Ini Pekerjaan Bobby Nasution

Liputan6.com, Jakarta - Sosok Bobby Nasution terus menjadi sorotan setelah resmi menikahi wanita pujaan hatinya yang juga merupakan putri dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kahiyang Ayu. Lantas, sebenarnya apa pekerjaan Bobby Nasution ini?

Bobby Afif Nasution alias Bobby Nasution dapat dibilang bukanlah pria sembarangan. Laki-laki yang lahir di Medan pada 5 Juli 1991 ini merupakan anak mantan Direktur Utama PTPN IV Erwin Nasution. Bobby merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan memiliki darah batak.

Bobby merampungkan pendidikan SD di Pontianak, SMP dan SMA di Bandar Lampung, kemudian melanjutkan pendidikannya di Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Setelah itu, ia juga melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi yang sama hingga jenjang master.

Pada 2011, Bobby memulai berbisnis properti. Awalnya renovasi rumah untuk dijual kembali. Lalu bangun satu dua, hingga terlibat dalam proyek Malioboro City di Yogyakarta.

Pada tahun 2014, Bobby juga mencoba untuk menekuni profesi yang melenceng dari pendidikan yang ditekuninya. Ia sempat duduk di bangku manajer mengurusi klub sepak bola Medan Jaya yang bersaing di Divisi I.

Namun, pada November 2016, setelah Bobby merasa sudah cukup berpengalaman dalam bisnis properti, memutuskan untuk mulai bergabung dengan sebuah perusahaan properti di Indonesia, yakni Takke Group. Di sana, Bobby menempati posisi sebagai Direktur Marketing sekaligus sebagai salah satu pemegang saham perseroan.

Bobby mengenal Takke Group dan Lauren melalui ayahnya, Erwin Nasution. Pertemanan sang ayah dan Lauren ini membawa Bobby terjun ke dunia properti.

Simak video pilihan di bawah ini:

1 dari 3 halaman

Profil Takke Group

Nama Takke Group mungkin belum bisa bersaing dengan raksasa-raksasa properti lainnya, seperti Ciputra Group, Pakuwon Group, dan Agung Podomoro Group. Meski demikian, Takke Group sendiri telah memiliki beberapa properti yang patut dicatat, seperti apartemen Kemang View dan Metro Galaxy di Bekasi, serta sejumlah perumahan tapak seperti Cimanggis Permai. Jika diakumulasikan, jumlah properti yang telah mereka bangun sebanyak 8.000 unit.

Takke Group merupakan pengembang apartemen Gardenia yang mencetak penjualan 700 unit dari total 1.539 unit, hingga pertengahan September 2017. Gardenia Apartment sendiri telah menelan investasi senilai Rp 600 miliar.

Meski kondisi ekonomi masih lesu dan pasar properti belum pulih, penjualan apartemen yang berada di wilayah utara Kota Bogor ini tercatat 10 hingga 15 unit per bulan.

Sejak dipasarkan pada 2014 lalu, harga apartemen mengalami kenaikan signifikan. Dari sebelumnya Rp 9 juta per meter persegi, saat ini sudah berada pada level Rp 15 juta per meter persegi untuk tipe terkecil 20 meter persegi.

Selain Gardenia Apartment, Takke Group saat ini juga tengah memasarkan 300 unit sisa apartemen Kemang View, dan 20-an unit Cimanggis Permai.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Takke Group berusaha untuk terus konsisten membangun properti untuk kelas menengah di Indonesia, khususnya Jadebotabek yang terus berkembang dan memiliki kemampuan finansial untuk membeli hunian.

Ke depan, setelah menyelesaikan Kemang View, Metro Galaxy dan Gardenia Bogor, Takke Group yang memiliki cadangan lahan 2,5 hektar akan mengembangkan properti serupa dan juga perkantoran.

"Bonus demografi ini yang kami jadikan peluang sebagai pasar potensial hunian. Apalagi saat ini yang beli Gardenia adalah end user sekaligus investor. Mereka membeli untuk ditempati atau menyewakannya kembali," tuntas Bobby dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.