Sukses

Bos Rimo: Saham Anjlok karena Mekanisme Pasar

Liputan6.com, Jakarta - PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) menyatakan, penurunan harga saham perseroan murni aktivitas pasar. Penurunan harga saham yang signifikan ini berujung pada suspensi saham perseroan.

Demikian disampaikan Direktur Utama RIMO Direktur Utama RIMO Teddy Tjokrosapoetro dalam Public Expose Insidentil di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (10/11/2017).

"Menurut pandangan manajemen perseroan, penurunan harga saham terjadi karena mekanisme pasar," kata dia.

Dia menuturkan, pihaknya tak pernah tahu aktivitas langsung dari pemegang saham. Dia juga menambahkan, informasi kepemilikan saham diperoleh oleh manajemen perseroan dari biro administrasi efek (BAE) yang telah ditunjuk oleh perseroan, yakni PT Ficomindo Buana Registrar.

Dia juga menambahkan, perseroan tidak melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat ini. Perseroan hanya melanjutkan pekerjaan yang tengah berlangsung.

Lebih lanjut, Teddy juga menampik ada rencana PT Rimo International Lestari Tbk melakukan rights issue atau penawaran saham terbatas. Dia bilang, rights issue perseroan telah selesai Maret 2017 lalu.

"Berita yang salah tersebut menurut manajemen perseroan ikut berkontribusi mempengaruhi, menciptakan persepsi yang salah di publik, yang kemudian berperan serta mempengaruhi keputusan investor dalam melakukan transaksi jual beli saham perseroan," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Otoritas Bursa Kembali Suspensi Saham Rimo International

Sebelumnya manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) pada perdagangan Kamis 9 November 2017.

Mengutip keterbukaan informasi di BEI, suspensi saham PT Rimo International Lestari Tbk dilakukan di pasar reguler dan tunai hingga pengumuman lebih lanjut. Suspensi itu dilakukan lantaran terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Rimo International Lestari Tbk.

"Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan," ujar Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy.

Sebelumnya, BEI buka suspensi saham PT Rimo International Lestari Tbk pada perdagangan saham kemarin. Akan tetapi, saat suspensi dibuka, saham RIMO anjlok 24,41 persen menjadi Rp 192 per saham. Nilai transaksi Rp 170,6 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 14.476 kali.

Berdasarkan data RTI, saham PT Rimo International Lestari Tbk turun 43,20 persen ke posisi Rp 192 per saham pada periode 6-8 November 2017. Nilai transaksi Rp 228,4 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 14.974 kali.

Saksikan Live Streaming Awarding Day Energi Muda Pertamina

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Asing Masih Jual Saham, IHSG Turun ke 5.864,05
Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Melemah Namun Terbatas