Sukses

Ada Pengurangan Pegawai, Ini Kata Bos OCBC NISP

Liputan6.com, Jakarta PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan jumlah pengurangan pegawai dalam setahun terakhir sebanyak 285 orang (2016-2017). Apakah ini terjadi akibat otomatisasi digitalisasi atau ada faktor lain yang mengakibatkan jumlah pegawai emiten berkode NISP itu susut?

Dari data laporan keuangan Bank OCBC NISP, jumlah pegawai perusahaan sebanyak 6.551 orang per 30 September 2017. Jumlah tersebut menyusut 285 orang pegawai dibanding posisi akhir tahun lalu yang sebanyak 6.796 pegawai.

Sementara dibandingkan dengan posisi per 30 September 2016 yang sebanyak 6.874 orang, jumlah pegawai Bank OCBC NISP di akhir September ini telah berkurang sebanyak 363 orang.

Hal ini dibenarkan oleh Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja. "Memang ada net penurunan sekitar 285 orang. Tapi kami merekrut lebih dari 600 staf baru selama 2017," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Dia mengungkapkan terjadinya penurunan atau pengurangan jumlah karyawan dalam kurun waktu setahun ini karena keluar masuknya (turnover) pegawai cukup tinggi.

"Penurunan memang karena turnover yang cukup tinggi, di samping kami pun terus berupaya memperbaiki berbagai proses agar lebih efisien dan meningkatkan produktivitas," jelas Parwati.

Dirinya menilai, fenomena digitalisasi harus disambut dengan upaya perbankan untuk mempersiapkan diri, terutama dari sisi kapabilitas dan kompetensi pegawai.

"Upayanya dengan menyiapkan para staf agar siap dengan fenomena ini, jangan malah dianggap sesuatu yang negatif. Ke depan, pekerjaan akan lebih menarik, tidak membosankan lagi jika kita bisa mempersiapkan diri dengan baik," kata Parwati.

 

 

 

1 dari 2 halaman

Bank Jepang Ganti Pegawai dengan Robot

Di Jepang, bank besar berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah karyawannya untuk digantikan robot.

Bank terbesar di Jepang, Mizuho Financial Group, sedang mempertimbangkan untuk memangkas sepertiga jumlah karyawannya dalam 10 tahun ke depan. Perusahaan ini berencana menggantikan peran para pekerja tersebut dengan robot, artificial intelligence, dan teknologi lain.

Seperti diberitakan koran lokal Yomiuri yang dikutip dari AFP dan Straittimes, bank ini akan memberhentikan sekitar 19 ribu pekerja dan total 60 ribu orang pekerjanya di seluruh jaringan Mizuho di dunia. Langkah itu akan dilakukan pada Maret 2027.

Sementara koran lokal lain, Asahi, menyebutkan bahwa mereka juga akan menutup 30 cabang di Jepang dari total 800 cabang.

Juru bicara Mizuho di Tokyo menolak untuk berkomentar dan berdalih bahwa perusahaan sedang mengalami banyak masalah.

Bank ini mencetak untung yang terjepit setelah bank sentral, Bank of Japan, tahun lalu mengadopsi kebijakan suku bunga negatif dan menerapkan program pembelian aset besar-besaran.

Artikel Selanjutnya
Bank Mandiri Minta Masyarakat Waspada Investasi UN Swissindo
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Bakal Ubah Skema Program Pensiun PNS