Sukses

Sepi Sentimen, IHSG Stagnan

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu pertahankan laju di zona hijau pada awal pekan ini. IHSG berbalik arah ke zona merah pada akhir perdagangan saham.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham, Senin (13/11/2017), IHSG turun tipis 0,37 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.021,45. Indeks saham LQ45 susut 0,02 persen ke posisi 1.000,95. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 141 saham menguat sehingga mendorong IHSG hanya turun tipis. 168 saham melemah sehingga seret IHSG ke zona merah. 146 saham diam di tempat.

Pada awal pekan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.045,48 dan terendah 6.016,98. Investor asing melakukan aksi jual Rp 317,65 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.549.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur, susut 0,62 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham keuangan melemah 0,43 persen dan sektor saham pertanian melemah 0,41 persen. Sektor saham barang konsumsi naik 0,94 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur menguat 0,53 persen.

Saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham BCIP naik 20 persen ke posisi Rp 156, saham SMDR melonjak 16,06 persen ke posisi Rp 318 per saham, dan saham INPP mendaki 13,04 persen ke posisi Rp 780 per saham.

Saham LMAS turun 4,41 persen ke posisi Rp 65, saham MCAS tergelincir 3,6 persen ke posisi Rp 2.410 per saham, dan saham TRAM merosot 3,31 persen ke posisi Rp 146 per saham.

Bursa Asia sebagian tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,21 persen, indeks saham Shanghai mendaki 0,44 persen. Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi turun 0,50 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 1,32 persen dan catatkan penurunan terbesar. Disusul indeks saham Singapura melemah 0,03 persen dan indeks saham Taiwan turun 0,45 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

IHSG Melemah di Awal Sesi

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bervariasi pada awal sesi perdagangan saham. Namun pergerakan IHSG cenderung terbatas.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (13/11/2017), IHSG turun tipis 1,07 poin atau 0,02, persen ke posisi 6.020. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik tipis 1,61 poin ke posisi 6.022,92. Indeks saham LQ45 menguat 0,17 persen ke posisi 1.002. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Ada sebanyak 83 saham menguat sehingga mendorong kenaikan IHSG. 38 saham melemah dan 90 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.031,66 dan terendah 6.020,14.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 10.100 kali dengan volume perdagangan 265,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 156,4 miliar. Investor asing masih melakukan aksi jual Rp 17,08 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di posisi Rp 13.549.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham kompak menghijau kecuali sektor saham barang konsumsi turun 0,20 persen. Sektor saham industri dasar dan infrastruktur masing-masing naik 0,39 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan naik 0,27 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers pada awal sesi antara lain saham OKAS naik 9,52 persen ke posisi Rp 575, saham BIPI menguat 5,88 persen ke posisi Rp 90, dan saham SAME melonjak 4,55 persen ke posisi Rp 690 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MTWI turun 3,23 persen ke posisi Rp 300, saham PADI merosot 2,83 persen ke posisi Rp 1.200 per saham, dan saham SDMU susut 2,19 persen ke posisi Rp 268 per saham.

Sebagian besar bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,23 persen, indeks saham Shanghai mendaki 0,31 persen, dan indeks saham Singapura menguat 0,11 persen. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,70 persen dan indeks saham Taiwan susut 0,09 persen.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang positif pada awal pekan ini. Namun laju IHSG dibayangi aksi ambil untung pelaku pasar.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, kondisi pergerakan IHSG masih terlihat cukup kuat bertahan dalam rentang konsolidasi wajar. Hal itu ditopang oleh fundamental ekonomi yang stabil. William menuturkan, bila terjadi koreksi, hal itu dapat dimanfaatkan untuk aksi beli saham dalam jangka panjang.

"IHSG berpotensi melaju di zona positif di kisaran 5.972-6.123," ujar William dalam ulasannya, Senin pekan ini.

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Naik, Cermati Saham Pilihan Ini