Sukses

BTN Masuk Jajaran Indeks Saham Global

Liputan6.com, Jakarta - Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali rebalancing atau mengubah isi portofolio saham yang menjadi pembentuk perhitungan indeks MSCI. Rebalancing saham tersebut berlaku mulai 30 November 2017.

MSCI pun kembali memasukkan saham-saham asal Indonesia ke indeks MSCI global standard dan indeks MSCI global small cap. Selain itu juga ada saham-saham yang dihapus dalam indeks saham MSCI. Demikian mengutip dari indeks MSCI review, Selasa (14/11/2017).

Ada satu saham asal Indonesia yang masuk indeks MSCI Global Standard, dan tiga saham dihapus. Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) masuk dalam jajaran indeks saham global yaitu indeks MSCI Global Standard. Sedangkan saham-saham yang dihapus antara lain saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Sedangkan dalam jajaran indeks MSCI global small cap antara lain ada tujuh saham yang masuk jajaran indeks global tersebut, dan tujuh saham dihapus. Saham-saham yang masuk indeks saham jajaran global itu antara lain saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS).

Sedangkan saham-saham yang dihapus antara lain PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA).

"Saham emiten masuk jajaran indeks MSCI melihat dari volume dan transaksi harian saham. Selain itu juga prospek ke depan itu jadi pertimbangan," ujar Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya saat dihubungi Liputan6.com.

Seperti diketahui, indeks saham MSCI merupakan indeks pasar global pertama yang dibuat pada 1968. Indeks ini memiliki lebih dari 100 ribu indeks. Indeks ini menjadi acuan bagi investor dan manajer investasi global. Biasanya MSCI melakukan rebalancing atau perubahan komposisi saham pada Mei dan November.

Dengan rilis saham-saham yang masuk indeks MSCI tersebut, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 2,06 persen ke posisi Rp 2.970 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.313 kali dengan nilai transaksi Rp 136,2 miliar. 

Sementara itu, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 6,09 persen ke posisi Rp 925 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.287 kali dengan nilai transaksi Rp 42,5 miliar. Diikuti saham PT Lippo Karawaci Tbk susut 3,94 persen ke posisi Rp 610 per saham. Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) turun 2,79 persen ke posisi Rp 870. Total frekuensi 937 kali dengan nilai transaksi Rp 5,5 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Pada Mei, 10 Emiten Masuk Jajaran Indeks Saham Global

Sebelumnya Morgan Stanley Capital International (MSCI Inc) kembali mengubah komposisi saham di sejumlah indeks saham MSCI. Salah satunya indeks Morgan Stanley Composite (MSCI) untuk small cap atau saham berkapitalisasi kecil.

Perubahan komposisi saham itu akan mulai berlaku pada 31 Mei 2017. Ada sejumlah saham dari pasar saham Indonesia yang masuk dalam indeks MSCI global small cap atau saham kapitalisasi kecil.

MSCI menambahkan saham PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dalam indeks saham MSCI small cap tersebut.

Mengutip laman MSCI.com pada Selasa 16 Mei 2017, MSCI juga menghapus sejumlah saham dari pasar saham Indonesia dalam jajaran indeks saham small cap antara lain PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Arwana Citramulia Tbk, PT Bisi Internasional Tbk (BISI), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), dan Multipolar Corp.

Artikel Selanjutnya
Sektor Aneka Industri Tekan IHSG
Artikel Selanjutnya
Bursa Global Menguat, IHSG Naik Terbatas