Sukses

Benarkah Digitalisasi Jadi Penyebab Pengangguran RI Naik?

Liputan6.com, Jakarta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mulai mengkaji dampak bisnis digital, termasuk bisnis online (e-commerce). Kajian ini dilakukan menyusul data pengangguran dengan peningkatan jumlah sebanyak 10 ribu menjadi 7,04 juta orang selama setahun terakhir.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk menilai era digitalisasi yang berkembang saat ini tidak serta merta menjadi penyebab angka pengangguran di Indonesia bertambah. Ojek online contohnya, kata Kecuk justru menciptakan banyak lapangan kerja.

"Kalau dari sisi perbankan, melihat struktur tenaga kerja yang bekerja di jasa lebih kecil dibanding sektor pertanian. Kita belum bicara ke arah sana‎," tegas Kecuk saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

BPS, diakui Kecuk, belum mampu menangkap atau memilah berapa kontribusi online maupun offline dalam pertumbuhan ekonomi. BPS hanya mampu memotret pola konsumsi offline dan online, di mana menunjukkan ada pergeseran ke jalan-jalan (leisure).

"Kami belum bisa memilah berapa share online, tapi kan ada yang menyebut kontribusinya 1-2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Trennya cepat sekali naik, tapi share-nya masih kecil," tuturnya.

Saat ini, BPS menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk menangkap data total omzet dari belanja online dan jenis barang-barang yang banyak dikonsumsi. Itu adalah tahapan pertama yang akan dilakukan BPS dan idEA.

"‎Kami bekerja sama dengan idEA untuk meng-capture data total omzet bisnis online dan pattern barang apa saja yang banyak dikonsumsi. Ini yang sedang kami jajaki," Kecuk menuturkan.

Artikel Selanjutnya
Faisal Basri: Tak Ada Gangguan yang Bikin Daya Beli Turun
Artikel Selanjutnya
BEI: Konsumsi Orang RI Geser ke Investasi