Sukses

Mau Sukses Hadapi Tes Psikotes Menggambar? Ini Tipsnya

Liputan6.com, Jakarta - Hampir seluruh perusahaan mewajibkan psikotes sebagai bagian dari tes masuk calon karyawan. Pada dasarnya, psikotest dilakukan untuk menguji apakah calon karyawan memenuhi kriteria perusahaan atau tidak. Melalui psikotest juga dapat menggambarkan berbagai aspek seperti kepribadian, ketelitian, dan ketahanan kerja.

Jenis dan rangkaian dari psikotes sendiri beraneka ragam, seperti menjawab soal, menghitung, menggambar, atau mendeskripsikan suatu gambar.

Faktanya, masih saja banyak yang gagal menghadapi tes psikotes. Salah satu psikotes yang paling sering ditakutkan ialah psikotes menggambar, baik menggambar manusia ataupun menggambar pohon.

Sebenarnya dalam psikotes menggambar, bukan kemampuan menggambar yang menjadi acuan, melainkan lebih mengacu pada guratan, goresan, dan detail gambar.

Dilansir dari laman swara.tunaiku.com, Kamis (16/11/2017), berikut kiat-kiat sukses untuk menghadapi sesi psikotes menggambar:

1. Gambar Figur Sesuai Jenis Kelamin

Ketika Anda diminta untuk menggambarkan orang, Anda harus menggambar sesuai dengan jenis kelamin Anda. Apabila Anda seorang laki-laki, maka gambarlah figur seorang laki-laki, dan sebaliknya jika Anda seorang perempuan, maka gambarlah figur seorang perempuan.

2. Menggambar Detail dan Lengkap

Dalam mengikuti tes psikotes menggambar, jangan menggambar dalam bentuk kartun atau dalam bentuk sketsa (stickman), tetapi gambarlah figur manusia secara utuh mulai dari rambut, kepala, badan, tangan, sampai kaki.

Anda juga jangan sampai melupakan detail tubuh manusia seperti jari tangan, alis, dan bulu mata. Tes ini sendiri berfungsi untuk menilai seberapa detailnya Anda dalam pekerjaan.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Berikan Identitas Profesi

Setelah menggambar figur orang secara mendetail, jangan lupa Anda gambarkan juga profesi yang sedang dilakukan seperti dokter, pekerja eksekutif, arsitek, guru, atau yang lainnya. Gambar harus lengkap dengan pakaian dan aksesoris yang digunakan.

Selain itu, bisa juga dan lebih disarankan, Anda menggambar bayangan diri pada satu sampai dua tahun ke depan saat Anda diterima bekerja pada perusahaan tersebut. Dengan begitu, perusahaan akan menilai Anda mempunyai minat tinggi untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Jangan lupa juga untuk memperlihatkan ekspresi wajah gembira dan senang dalam gambar Anda, supaya perusahaan dapat menilai Anda menyukai pekerjaan tersebut.

4. Perhatikan Posisi, Garis, dan Ukuran Gambar

Utamakan untuk selalu memperhatikan posisi gambar. Disarankan, Anda menggambar tepat di tengah kertas, jangan menggambar pada posisi terlalu di pinggir. Selain itu, perhatikan tekanan garis pada gambar, karena terdapat makna berbeda pada setiap penekanan pada gambar yang Anda buat.

Disarankan pula, Anda tidak melakukan banyak penekanan pada bagian wajah karena akan menunjukkan bahwa Anda memiliki sifat rendah diri.

Kemudian, perhatikan juga ukuran gambar yang Anda buat. Buatlah gambar dengan ukuran seproporsional mungkin, jangan terlalu kecil dan jangan juga terlalu besar. Jika gambar terlalu besar, Anda bisa-bisa akan dinilai sebagai pribadi yang angkuh dan dominan. Jadi, sebaiknya berhati-hatilah!

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

5. Istirahat yang Cukup dan Sarapan

Empat kiat untuk menghadapi psikotes menggambar yang telah disebutkan sebelumnya akan terbuang percuma jika Anda tidak istirahat yang cukup dan sarapan sebelum tes. Ini dikarenakan tes psikotest menggambar membutuhkan energi yang besar dan kesiapan mental yang baik sebelum Anda mengikutinya.

Maka, disarankan Anda untuk istirahat cukup sehari sebelumnya dan jangan lupa sarapan sebelum mengikuti psikotest menggambar.

Apalagi, biasanya psikotest dilaksanakan dalam serangkaian penuh mulai dari psikotest mengisi soal, logika, berhitung, juga menggambar, yang masing-masing tes membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi dan tenaga yang cukup besar.

Jangan lupa untuk ya untuk menerapkan kelima kiat tersebut. Semoga sukses!

Artikel Selanjutnya
Tak Lolos Seleksi CPNS Kemenkumham? Lakukan 4 Hal Ini
Artikel Selanjutnya
Sudah Bosan dengan Pekerjaan Anda? Coba Periksa 2 Hal Berikut