Sukses

IHSG Diproyeksi Kembali Tertekan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu pekan ini. Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG berada pada support 5.970 dan resistance 6.000.

IHSG ditutup melemah cukup dalam pada perdagangan kemarin. IHSG susut 33,16 poin ke level 5.988,29. Lanjar menjelaskan, IHSG tertekan oleh sektor konsumer dan keuangan. Pelemahan IHSG didorong oleh aksi jual bersih investor asing.

"Investor asing tercatat net sell Rp 721,86 miliar dengan saham BBRI yang menjadi teratas aksi jual," kata dia di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa di Asia yang melemah. Menurutnya, hal itu imbas data ritel China.

"Data penjualan ritel Tiongkok melambat 10,0 persen dari 10,3 persen dan produk industri pun tertekan 6,2 persen dari 6,6 persen di periode sebelumnya," ujar dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Penutupan perdagangan

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa kemarin, IHSG melemah 33,16 poin atau 0,55 persen ke posisi 5.988,29. Indeks saham LQ45 susut 0,77 persen ke posisi 993,19. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 212 saham melemah sehingga menekan IHSG. 126 saham lainnya menguat dan 109 saham diam di tempat. Pada Selasa sore, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.039,29 dan terendah 5.988,29.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 341.680 kali dengan volume perdagangan saham 12 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,3 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 723,54 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.545.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham perdagangan naik 0,85 persen. Sektor saham barang konsumsi tergelincir 1,01 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham keuangan dan manufaktur.

Saham-saham catatkan penguatan antara lain saham BUMI naik 12 persen ke posisi Rp 280 per saham, saham IIKP menguat 11,88 persen ke posisi Rp 226 per saham, dan saham BKSL melonjak 5,84 persen ke posisi Rp 145 per saham.

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Naik, Cermati Saham Pilihan Ini