Sukses

Jokowi Ingin Kerja Sama Perdagangan RCEP Rampung 2018

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar target penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 2018 dapat tercapai. Hal tersebut dia sampaikan pada RCEP leaders meeting, yang berlangsung di sela-sela KTT ASEAN di Manila, Selasa, 14 November 2017.

“Saya berharap perundingan RCEP dapat segera diselesaikan. Penyelesaian RCEP akan memberikan pesan kuat bahwa integrasi ekonomi dapat menguntungkan semua pihak,” ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Menurut Jokowi, perundingan yang telah berjalan selama lima tahun itu belum dapat mencapai kesepakatan atas isu-isu utama khususnya di bidang perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi.

“RCEP akan menjadi pakta perdagangan bebas terbesar di dunia dengan jumlah penduduk mencapai hampir setengah populasi dunia,” kata dia.

Di depan seluruh kepala negara dan pemerintahan peserta perundingan RCEP, Jokowi juga menekankan pentingnya pemberian mandat kepada para perunding untuk bersikap lebih fleksibel, pragmatis, dan realistis tanpa mengorbankan kualitas dari perjanjian itu sendiri.

“Saya paham perbedaan level ambisi yang berbeda merupakan tantangan yang tidak dapat kita abaikan. Namun, RCEP merupakan living document sehingga masih terus dapat kita kembangkan seiring dengan zaman,” ucap dia.

RCEP merupakan konsep perjanjian perdagangan bebas antara 10 negara ASEAN dengan enam negara mitra, yaitu Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Perundingan RCEP secara formal dimulai sejak November 2012 saat KTT ASEAN di Kamboja. Adapun proyeksi ekonomi dari RCEP ditaksir memiliki GDP gabungan sebesar 31,60 persen dari GDP dunia dan mewakili 28,5 persen perdagangan global.

Artikel Selanjutnya
Jokowi Terbitkan Perpres Penguatan Pendidikan Karakter
Artikel Selanjutnya
Jokowi Larang Menteri Kampanye, Ini Kata Mendagri