Sukses

Operator Tol Trans Jawa Berencana untuk IPO

Liputan6.com, Jakarta PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Waskita Toll Road (WTR) telah mendirikan perusahaan yaitu PT Jasamarga Transjawa Tol pada pertengahan tahun ini. Perusahaan ini berwacana untuk  IPO.

Perusahaan ini akan mengoperasikan jalan tol Trans Jawa yang ditargetkan akan rampung pada 2019. Dengan demikian akan ada integrasi kepemilikan saham antara Jasa Marga dengan WTR.

Direktur Utama Jasa marga Desi Arryani mengungkapkan, perusahaan ini nantinya akan Trans Jawa nantinya cukup banyak.

"Trans Jawa ini potensinya bagus sekali, jadi nanti kalau Jasamarga Transjawa Tol sudah baik kita harapkan bisa IPO, tapi itu masih wacana kami," kata Desi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat (17/11/2017).

Desi mengungkapkan, memang saat ini Jasa Marga dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjadi perusahaan yang tengah mengerjakan beberapa ruas tol trnas jawa. Namun jika dilihat dari porsinya, Jasa Marga memegang presentase 70 persen.

"Jadi saat ini kita tengah fokus menyelesaikan proyek-proyek itu, salah satunya nanti akhir tahun kita akan operasikan jalan tol yang lumayan panjang (87 km)," jelasnya.

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Waskita Toll Road (WTR) telah mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa atau industri jalan tol Trans Jawa, yakni PT Jasamarga Transjawa Tol.

"PT Jasamarga Transjawa Tol didirikan sesuai dengan akta pendirian No. 22 tanggal 2 Juni 2017 dan akta perjanjian usaha patungan No. 21 tanggal 2 Juni 2017," kata Direktur Operasi I Mohammad Sofyan.

Ia melanjutkan, Jasa Marga telah melakukan penyertaan saham pada PT Jasamarga Transjawa Tol sebesar Rp812,5 juta atau sebanyak 812.500 lembar saham (65 perse) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor dalam PT Jasamarga Transjawa Tol.

PT Jasamarga Transjawa Tol akan melakukan aktivitas seperti pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol, serta usaha-usaha lainnya yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan dibentuknya perusahaan patungan ini, menurut dia, akan memudahkan untuk melakukan integrasi sistem dan manajemen pengoperasian ruas Trans Jawa sehingga akan memberikan efisiensi dari sisi operasional dan layanan yang lebih baik kepada para pengguna jalan, serta meningkatkan pangsa pasar perseroan dalam hal pengembangan dan pengoperasian jalan tol Trans Jawa.

Artikel Selanjutnya
Diskon Tarif Tol Belum Genjot Transaksi Nontunai
Artikel Selanjutnya
3 Gerbang Tol Purbaleunyi Tak Lagi Layani Transaksi Tunai