Sukses

BTN Kucurkan Kredit Konstruksi Apartemen di Semarang

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN) menyalurkan kredit konstruksi senilai Rp 265 miliar ke PT PP Properti Tbk. Kredit konstruksi ini untuk pembangunan apartemen Amartha View di Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division Bank BTN Suryanti Agustinar mengatakan, penyaluran kredit ini merupakan dukungan perseroan pada Program Sejuta Rumah.

"Ini juga merupakan bagian dari dukungan BTN dalam Program Sejuta Rumah di mana di Semarang kami juga memberikan support kepada para pengembang yang membangun hunian dalam rangka pemenuhan program tersebut," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Kredit konstruksi senilai Rp 265 milyar tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan 2 tower apartemen Amartha View.

Apartemen itu dibangun di atas lahan sekitar 8.687 m2 yang berlokasi di Jalan Bringin, Ngaliyan, Semarang.  Adapun unit yang  terbangun sekitar 1.480 unit.

"Dukungan kredit yang kami berikan kepada PT PP Properti tidak hanya untuk pembangunan unit apartemen Amartha View saja.  Kredit yang BTN berikan sudah termasuk untuk pembangunan sarana dan prasarana apartemen tersebut," jelas dia.

Bank BTN telah membiayai berdirinya 1,44 juta unit rumah di seluruh Indonesia dengan nilai penyaluran kredit properti, baik berupa KPR maupun kredit konstruksi mencapai Rp 155,9 triliun.

Nilai tersebut ialah pembiayaan yang dikucurkan sejak Program Sejuta Rumah digulirkan pada 29 April 2015 lalu.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sementara, hingga akhir tahun ini Bank BTN menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666 ribu unit rumah yang  terdiri dari 504.122 unit untuk KPR subsidi dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah nonsubsidi serta penyaluran KPR nonsubsidi.

Pada September 2017, kredit dan pembiayaan Bank BTN meningkat 19,95 persen yoy atau naik menjadi Rp184,5 triliun dari Rp153,81 triliun pada kuartal III 2016.

Sementara, kredit perumahan Bank BTN tercatat naik 19,32 persen yoy menjadi Rp167,16 triliun. Di segmen ini, KPR subsidi mencatatkan kenaikan paling tinggi yakni  sebesar 30,78 persen yoy menjadi Rp 68,34 triliun.

Kredit konstruksi dan KPR nonsubsidi pun mencetak pertumbuhan positif masing-masing 17,87 persen yoy dan 12,59 persen yoy.

Artikel Selanjutnya
BTN Genjot Kredit Perumahan di Daerah
Artikel Selanjutnya
Megapolitan Rampungkan Konstruksi Dua Tower Apartemen di Cinere