Sukses

IHSG Dibuka Menguat, Hati-Hati dengan Aksi Jual

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik senada dengan Bursa Asia pada awal sesi perdagangan. 

Pada prapembukaan perdagangan saham, Rabu (22/11/2017), IHSG naik 7,22 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.039,08. Penguatan IHSG berlanjut pada pukul 09.00 WIB. Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB, IHSG naik 19,15 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.054,34. Indeks saham LQ45 naik 0,49 persen ke posisi 1.013,68.

Sebanyak 96 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Adapun, 26 saham melemah dan 83 saham lainnya diam di tempat. Pada awal sesi IHSG berada di level tertinggi 6.055,13 dan terendah 6.038,73.

Total frekuensi perdagangan sekitar 10.006 kali dengan volume perdagangan 307 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 201,7 miliar.

Investor asing mencatatkan aksi beli Rp 275 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.515.

Seluruh sektor saham menguat. Sektor saham aneka industri naik 1 persen dan merupakan sektor yang mengalami kenaikan tertinggi. Disusul sektor keuangan yang menguat 0,90 persen, lalu sektor pertambangan yang naik 0,70 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham PSDN naik 11,11 persen ke posisi Rp 360, saham CMPP melonjak 6,76 persen ke posisi Rp 316 per saham, dan saham ICON naik 5,79 persen ke posisi Rp 128 per saham.

Adapun saham-saham yang merosot antara lain saham PTSN turun 4,72 persen ke posisi Rp 202 per saham, saham TAXI tergelincir 1,75 persen ke posisi Rp 56 per saham, dan saham MAPI susut 1,75 persen ke posisi Rp 6.025 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Dibayangi Aksi Jual

IHSG diperkirakan akan melemah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. IHSG masih dalam tren pelemahan.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, IHSG tengah dibayangi aksi jual investor.

"Pergerakan IHSG cenderung melemah seiring masih adanya aksi jual sehingga tren penurunan kembali terjadi dan mengurangi potensi IHSG untuk begerak positif, " kata dia di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Reza berharap terdapat sentimen positif pada pekan ini. Sehingga, pelemahan dapat tertahan.

"Diharapkan sentimen yang ada dapat lebih positif sehingga tidak kembali terjadi pelemahan. Diharapkan, jikapun terjadi koreksi maka tidak terlalu besar agar tidak mengurangi peluang rebound yang terjadi," jelas dia.

Reza memperkirakan IHSG bergerak pada support 6.001,62-5.971,38. Kemudian resistance pada level 6.069,16-6.106,46.

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Libur Idul Adha