Sukses

Saham Adhi Karya Anjlok 7,8 Persen, Ada Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Gerak harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) alami penurunan tajam pada perdagangan saham Kamis (23/11/2017).

Berdasarkan data RTI, saham PT Adhi Karya Tbk turun 7,8 persen menjadi Rp 2.010 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 5.648 kali dengan nilai transaksi Rp 175,8 miliar.

Saham ADHI sempat berada di level tertinggi 2.200 dan terendah 2.000. Saham ADHI mulai bergerak di zona merah pada sesi kedua perdagangan saham Kamis pekan ini. Pada awal sesi, saham PT Adhi Karya Tbk sempat menguat 220 poin ke posisi 2.200 dari penutupan perdagangan saham kemarin di posisi 2.180.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, koreksi tajam yang dialami saham PT Adhi Karya Tbk lantaran ada ketidakpastian soal pendanaan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT).

Pendanaan proyek LRT sebelumnya berasal dari penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 9 triliun. Angka itu terdiri dari PMN kepada PT Adhi Karya Tbk Rp 3,4 triliun dan PMN kepada PT KAI sebesar Rp 5,6 triliun. Sedangkan sisa pendanaan dari sindikasi bank. Sebelumnya juga dikabarkan membengkaknya dana LRT dari Rp 26,7 triliun menjadi Rp 31,8 triliun.

"Kemungkinan asumsi di market pendanaan proyek LRT. Bisa saja ada rumor pemilik proyek tidak mau danai. Jadi dana LRT tunggu APBN, dan atau Adhi Karya diminta untuk danai proyek tersebut. Ini jadi sentimen negatif di pasar," ujar Reza saat dihubungi Liputan6.com.

Akan tetapi, Reza menilai penurunan harga saham PT Adhi Karya Tbk tersebut hanya sementara. Diharapkan juga manajemen PT Adhi Karya Tbk dan PT KAI dapat memberikan klarifikasi mengenai pendanaan LRT. "Ini pihak manajemen Adhi Karya dan KAI perlu klarifikasi soal pendanaan LRT. Dengan ada sentimen ini pelaku pasar realisasikan aksi ambil untung," kata Reza.

Terkait gerak saham PT Adhi Karya Tbk ke depan, Reza menuturkan, pelaku pasar dapat ambil posisi saham PT Adhi Karya Tbk di kisaran 1.940-1.960. Ia mengatakan, ambil posisi saham Adhi Karya tersebut melihat volume perdagangan terutama bil aada gerak sahamnya cenderung tertekan."Untuk target harga saham Adhi Karya masih di kisaran 2.700 hingga akhir tahun," kata Reza.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Kontrak Baru Adhi Karya

Sebelumnya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru mencapai Rp 31,6 triliun hingga akhir Oktober 2017. Kontrak itu termasuk kontrak baru dari LRT Jabodebek fase I.

Perolehan kontrak baru itu tumbuh 5,4 persen dibandingkan perolehan kontrak baru pada bulan sebelumnya sebesar Rp 30 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru pada Oktober 2017 antara lain hotel Zaraza Malang senilai Rp 594 miliar, Skypark Bandung sebesar Rp 308 miliar melalui anak perusahaan PT APG, dan Bendung Batang Bayang sebesar Rp 147 miliar.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Oktober 2017 didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 96,1 persen, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Demikian mengutip keterbukaan informasi perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 20 November 2017.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari pemerintah tercatat 73,8 persen, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 13,6 persen, sementara swasta atau lainnya sebanyak 12,6 persen.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek jalan, jembatan dan LRT sebanyak 68,3 persen, proyek gedung sebanyak 23,7 persen,s erta proyek infrastruktur lainnya sebesar 8 persen.

Kemajuan pembangunan LRT Jabodebek fase I hingga Oktober 2017

Sesuai penugasan PT Adhi Karya Tbk pada Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 beserta perubahannya telah dilaksanakan pembangunan prasarana kereta api ringan/light rail transit Jabodebek tahap I sejak September 2015 dengan nilai Rp 21,7 triliun meliputi lintas pelayanan I yaitu Cawang-Cibubur, pelayanan 2 yaoitu Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan pelayanan 3 yaitu Cawang-Bekasi Timur.

Hingga kini, pelaksanaan pembangunan LRT Jabodebek telah mencapai 23,4 persen. Untuk kemajuan masing-masing lintas pelayanan yaitu Cawang-Cibubur 42,2 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 9,6 persen dan Cawang-Bekasi Timur sebesar 24,6 persen. Pembangunan LRT Jabodebek ini direncanakan selesai pada 2019.

Artikel Selanjutnya
Sektor Tambang Angkat IHSG 16 Poin
Artikel Selanjutnya
Aksi Jual Bikin IHSG Melemah ke 5.813,74