Sukses

PP Presisi Jadi Pendatang Baru di Bursa

Liputan6.com, Jakarta Saham PT PP Presisi Tbk akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (23/11/2017). Perseroan merupakan anak usaha dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT PP Tbk (PTPP).

Dikutip dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan menawarkan saham ke publik seharga Rp 430 per saham dengan nominal Rp 100. Adapun jumlah saham yang dilepas ke publik 2,35 miliar lembar saham.

Pada aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Adapun masa penawaran umum telah dilakukan pada 20-21 November 2017 dan tanggal penjatahan 22 November 2017. Lalu, tanggal pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik 23 November 2017.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, tahun ini ada empat anak usaha BUMN yang akan melepas saham ke publik. Anak usaha BUMN itu yakni PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI), PT PP Presisi, PT Wika Gedung, PT Jasa Armada Indonesia.

Aloysiun optimistis tahun depan anak usaha BUMN yang melepas saham ke publik sekitar 10 anak usaha. Dari 10 anak usaha tersebut, lima di antaranya adalah anak usaha BUMN yang batal lepas saham tahun ini.

"Tahun depan lihat, saya lagi kumpulin, tapi ya harusnya sih yang carry over tahun ini akan jalan. Sekarang kan empat anak usaha. Garuda Maintenance, PP Presisi, Wika Gedung, Jasa Armada, masih ada 5 yang lain yang carry over," jelas dia.

Rencana pemerintah melepas saham anak usaha BUMN menimbang kondisi pasar yang positif. Meski demikian, Aloysius masih enggan menyebut nama anak usaha tersebut.

"Nah aku masih kumpulin dari masing-masing deputi itu mana aja yang akan ini. Tapi saya yakin kalau bilang banyak 10 ada. 5 sama, 5 baru tapi enggak sebut nama sampai RKAP OK," tutup dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

Biar Diburu Investor, Anak Usaha BUMN Harus Diskon Harga Saham

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyarankan supaya anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak mematok harga tinggi saat melepas saham ke publik atau initial public offering (IPO). Sehingga, saham tersebut nantinya diburu investor.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, kalau perlu saham tersebut didiskon 20 persen. Sehingga, saham tersebut menjadi rebutan dan menguntungkan investor.

"Lihat maksimum price lalu potong 20 persen untuk kepentingan investor, jangan maksimum price malah ditambah," kata dia di Gedung BEI, Senin (13/11/2017).

Menurut Tito, anak usaha BUMN bisa mendapat untung saat menerbitkan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada saat menjual saham kembali atau rights issue.

"Nih IPO maksimum price potong dong diskon 20 persen diskon kasih investor untung, nanti right issue baru ambil untung. Jangan maksimum price malah ditambah," ujar dia.

Sejalan dengan itu, Tito juga meminta pemerintah untuk melepas saham BUMN maupun anak usaha BUMN. Dengan begitu, kinerja pasar modal akan semakin positif.

"Coba tolong BUMN jangan berpendapat kalau pasar bagus baru privatisasi. Sebaliknya kalau privatisiasi pasar jadi bagus. Itu di dunia begitu. Salah satu tujuan IPO BUMN selain memperkuat industri adalah memperkuat pasar modal lokal," tukas dia.

 

Artikel Selanjutnya
Kehadiran Kota Baru Meikarta Mampu Menyita Perhatian
Artikel Selanjutnya
Bos BEI Bantah Dana Asing Ramai Keluar dari RI