Sukses

Bursa Asia Turun dari Posisi Tertingginya dalam 10 Tahun

Liputan6.com, Tokyo - Bursa Asia melemah di bawah puncak tertingginya dalam 10 tahun jelang akhir pekan ini. Investor terus mencermati pasar saham China yang turun sehari sebelumnya.

Melansir laman Reuters, Jumat (24/11/2017), indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen pada awal perdagangan, namun penurunan terbesar masih dipimpin saham Australia sebesar 0,3 persen.

Indeks MSCI ini juga masih 0,5 persen di bawah puncak 10 tahun di awal pekan ini. Adapun indeks Nikkei Jepang turun 0,6 persen.

"Banyak pasar telah mencapai level tertingginya baru-baru ini sehingga harus ada beberapa aksi ambil untung dan saya tidak akan terlalu khawatir. Namun, dalam waktu dekat, kita bisa berada dalam fase di mana kesabaran dibutuhkan, "kata Hirokazu Kabeya, Kepala Strategi Global di Daiwa Securities.

Meskipun pertumbuhan global yang solid dan pendapatan perusahaan yang kuat telah mendukung saham di Asia dan pasar di banyak belahan dunia lainnya, namun investor masih mencermati pasar saham di China.

Di pasar mata uang, Dolar AS tetap di bawah tekanan setelah keluar notulen  pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve.

Mata uang Euro diperdagangkan pada posisi US$ 1,1846, mendekati level tertinggi satu bulan di posisi US$ 1,1862 yang terjada pada 15 November.

Sementara Dolar jatuh ke level terendah dalam dua bulan terhadap yen, ke posisi 111,07 pada Kamis dan terakhir diperdagangkan menjadi 111,33.

Dolar melemah seiring kunjungan Perdana Menteri Inggris Theresa May ke Brussels untuk membicarakan Brexit.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Melemah Dipicu Sentimen Teror Barcelona
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Rebound dari Pelemahan 3 Sesi