Sukses

Debut Perdana, Saham PP Presisi Naik Tipis

Liputan6.com, Jakarta Anak usaha PT PP Tbk (PTPP), PT PP Presisi Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham perseroan tercatat dengan kode PPRE.

Pada perdagangan saham perdana, Jumat (24/11/2017), tercatat saham perseroan dibuka pada level Rp 432 atau naik tipis Rp 2 dari harga yang ditawarkan ke publik Rp 430 per saham.

Saham PP Presisi berada pada level tertinggi Rp 440 dan terendah Rp 432. Saham perseroan ditransaksikan sebanyak 4 kali dengan volume 233 lot. Nilai transaksi saham mencapai Rp 10,09 juta.

Direktur Utama PPRE Iswanto Amperawan mengatakan, aksi korporasi ini akan mendukung perusahaan dalam meningkatkan tata kelola yang baik.

"Kami akan berupaya meningkatkan good corporate governance mendukung rencana pertumbuhan perseroan," kata dia di BEI Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Perseroan melepas saham ke publik sebanyak 2,35 miliar saham. Pada aksi korporasi ini, perseroan menujuk PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Adapun masa penawaran umum telah dilakukan pada 20-21 November 2017 dan tanggal penjatahan 22 November 2017. Lalu, tanggal pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik 23 November 2017.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

4 Anak Usaha Lepas Saham ke Publik

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, tahun ini ada empat anak usaha BUMN yang akan melepas saham ke publik.

Anak usaha BUMN itu yakni PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI), PT PP Presisi, PT Wika Gedung, PT Jasa Armada Indonesia.

Aloysiun optimistis tahun depan anak usaha BUMN yang melepas saham ke publik sekitar 10 anak usaha. Dari 10 anak usaha tersebut, lima di antaranya adalah anak usaha BUMN yang batal lepas saham tahun ini.

"Tahun depan lihat, saya lagi kumpulin, tapi ya harusnya sih yang carry over tahun ini akan jalan. Sekarang kan empat anak usaha. Garuda Maintenance, PP Presisi, Wika Gedung, Jasa Armada, masih ada 5 yang lain yang carry over," jelas dia.

Rencana pemerintah melepas saham anak usaha BUMN menimbang kondisi pasar yang positif. Meski demikian, Aloysius masih enggan menyebut nama anak usaha tersebut.

"Nah aku masih kumpulin dari masing-masing deputi itu mana aja yang akan ini. Tapi saya yakin kalau bilang banyak 10 ada. 5 sama, 5 baru tapi enggak sebut nama sampai RKAP OK," tutup dia.

 

Artikel Selanjutnya
Bursa Global Menguat, IHSG Naik Terbatas
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan, IHSG Melemah 15 Poin