Sukses

China Beri Pinjaman Pembangunan Tol Cisumdawu Seksi I

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk bekerja sama dengan perusahaan kontraktor asal China, China Road and Bridge Corporation JO dalam pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi I.

Dalam kerja sama ini, perusahaan asal China tersebut memberikan pinjaman phase III senilai Rp 2,2 triliun serta turut menjadi kontraktor pembangunan ruas tol tersebut.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, seksi I yang menghubungkan Cileunyi-Rancakalong ini merupakan bagian yang menjadi tugas pemerintah untuk pembangunannya.

"Ruas tol ini bagian yang dikerjakan pemerintah, kita kerjakan dengan pinjaman dari pemerintah China," ujar dia di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Dia menuturkan, saat ini proses pembebasan lahan untuk seksi tol Cisumdawu tersebut telah mencapai 60 persen, sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman asing. Proses pembebasan lahan ini telah mencapai angka tersebut berkat adanya pelepasan aset lahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 20 persen.

"Pembebasan lahan sebenarnya 40 persen, tapi kami bisa gunakan lahan IPDN sehingga bisa 60 persen, karena syarat loan agreement harus 60 persen. Ini yang paling menentukan di-interchange di Cileunyi, karena ini pusat kemacetan. Pembebasan lahan harus didahulukan di daerah ini," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Pertama Kali RI Bakal Punya Jalan Tol dengan Terowongan

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengebut pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Jalan tol ini akan menjadi yang pertama memiliki terowongan di Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengaku, perkembangan pembangunan jalan tol ini cukup bagus. "Terus berjalan, saat ini pengerjaan terowongan juga terus dilakukan, saya baru mau lihat ke sana," kata Basuki di Bekasi, Sabtu 16 September 2017.

Jalan tol Cisamdawu didesain memiliki terowongan karena selain untuk menjaga kelestarian alam, juga demi peningkatan kualitas dari proyek jalan tol yang dikerjakan di Indonesia.

"Ya memang lebih mahal dibandingkan belah bukit, tapi ini nilai tambahnya lebih bagus. Masak kita mau belah bukit terus. Tol Bawen-Salatiga itu sudah banyak belah bukit," tambah Basuki.

Menembus Bukit Cilengsar, terowongan ini memiliki panjang 472 meter dan berdiameter 14 meter. Saat ini, telah 65 meter yang berhasil ditembus. Terowongan ini sendiri terletak di Seksi 2 Rancakalong-Sumedang.

Konstruksi Seksi 2 Fase I Ranca Kalong-Ciherang (6,35 km) kini sudah dalam penyelesaian akhir. Sedangkan untuk Seksi 2 Fase II Ciherang-Sumedang (10,70 km), progres konstruksinya sebesar 13 persen.

Dikatakan Basuki, Tol Cisumdawu merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang diharapkan akan meningkatkan konektivitas antar wilayah Tengah dengan Utara Jawa Barat.

Tol ini juga akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, serta akan terkoneksi dengan Tol Cikampek-Palimanan.

Dengan adanya tol Cisumdawu ini, waktu tempuh Bandung-Sumedang akan lebih singkat, dan beban lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran akan berkurang.

Artikel Selanjutnya
Pembiayaan 3 Proyek Infrastruktur Ini Tanpa Dana APBN
Artikel Selanjutnya
CIMB Niaga Bakal Ikut Biayai Proyek LRT