Sukses

Aksi Beli Investor Angkat IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik arah ke zona hijau pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan ini. Aksi beli investor asing menopang laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (24/11/2017), IHSG naik tipis 3,89 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.067,14. Indeks saham LQ45 menguat 0,28 persen ke posisi 1.018,70. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 137 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 192 saham melemah sehingga mendorong IHSG hanya naik tipis. 128 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.069,67 dan terendah 6.035,25.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 266.934 kali dengan volume perdagangan saham 10,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 61, triliun. Investor asing mencatatkan aksi beli Rp 661,67 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.495.

Secara sektoral, sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham aneka industri naik 0,86 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur mendaki 0,47 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,44 persen.

Sementara itu, sektor saham industri dasar susut 0,51 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham pertanian tergelincir 0,43 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham FINN naik 13,53 persen ke posisi Rp 193, saham GJTL melonjak 9,49 persen ke posisi Rp 750, dan saham ESSA naik 6,06 persen ke posisi Rp 210 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MGNA melemah 18,06 persen ke posisi Rp 118 per saham, saham SMDR merosot 5,24 persen ke posisi Rp 488 per saham, dan saham SIMA tergelincir 4,73 persen ke posisi Rp 322, dan saham PPRE susut 4,65 persen ke posisi Rp 410 per saham.

Di pasar reguler, investor asing melakukan aksi beli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai Rp 78,29 miliar, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mencapai Rp 36,73 miliar dan saham PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 27,88 miliar.

Menjelang akhir pekan, bursa saham Asia cenderung menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,53 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,28 persen, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 0,12 persen, indeks saham Shanghai menguat 0,06 persen, indeks saham Singapura naik 0,55 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, penguatan IHSG ditopang oleh aksi beli investor asing. Selain itu, bursa saham juga sepi sentimen apalagi bursa saham Amerika Serikat libur.

"Masih ada inflow dalam sepekan jadi penopang IHSG. Jelang pembagian dividen interim juga pengaruhi IHSG," kata William saat dihubungi Liputan6.com.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Melemah di Awal Sesi

Sebelumnya Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah jelang akhir pekan ini.

Pada pra-pembukaan perdagangan saham, Jumat 24 November 2017, IHSG naik 1,42 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.064,67. Kemudian pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 1,5 poin atau 0,0 persen ke posisi 6.061,73.

Indeks saham LQ45 juga melemah 0,09 persen ke posisi 1.015,9. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Ada sebanyak 67 saham menguat. Sedangkan 26 saham melemah dan 108 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.067,67 dan terendah 6.059,72.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.263 kali dengan volume perdagangan saham 277,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 133,5 miliar.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 12,35 miliar di pasar reguler. Tercatat, posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.493.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham aneka industri yang menguat 0,46 persen. Sektor saham keuangan naik 0,20 persen, dan sektor saham industri dasar naik 0,18 persen.

Saham-saham yang catatkan keuntungan dan penggerak IHSG antara lain saham ATIC naik 6,06 persen ke posisi Rp 700 per saham, saham GWSA melonjak 5,41 persen ke posisi Rp 162 per saham, dan saham BRMS menguat 5,41 persen ke posisi Rp 78 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham SKBM turun 3,92 persen ke posisi Rp 490 per saham, saham MDKA merosot 2,95 persen ke posisi Rp 2300, dan saham ECII susut 2,78 persen ke posisi Rp 700 per saham.

Artikel Selanjutnya
Investor Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati Saham Pilihan Ini