Sukses

Saham Amazon Melonjak Bikin Wall Street Menguat

Liputan6.com, New York - Saham teknologi menjadi katalis positif untuk wall street atau bursa saham Amerika Serikat. Bahkan indeks saham S&P 500 dan Nasdaq cetak rekor tertinggi baru.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 31,81 poin atau 0,14 persen ke posisi 23.557,99. Indeks saham S&P 500 menguat tipis 5,34 poin atau 0,21 persen ke posisi 2.602,42. Indeks saham Nasdaq bertambah 21,80 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.889,16.

Indeks saham S&P 500 untuk pertama kali berada di atas 2.600. Selama sepekan ini, indeks saham S&P 500 dan Dow Jones catatkan keuntungan pertama kali dalam tiga minggu. Sedangkan Nasdaq mencatatkan performa terbaik secara mingguan sejak 1 September.

Dimulainya musim belanja dan liburan dengan pelaksanaan black friday atau hari diskon dan thanksgiving menjadi katalis positif untuk sejumlah saham. Ini ditunjukkan dari saham Amazon dan ritel menguat didorong dimulainya musim belanja dan liburan.

Toko-toko di AS menawarkan diskon, hiburan dan hadiah untuk menarik perhatian konsumen dan masyarakat. Akan tetapi, sejumlah konsumen memilih belanja online. Berdasarkan data Adobe Analytics, pada saat hari thanksgiving, konsumen di AS habiskan US$ 2,87 miliar untuk belanja online.

Adobe memperkirakan, sekitar 80 persen transaksi online terbesar dilakukan oleh 100 ritel online. Diperkirakan penjualan mencapai US$ 5 miliar pada saat black friday, dan catatkan rekor tertinggi. Ritel online diperkirakan dapat tambah US$ 6,6 miliar pada Cyber Monday.

Sementara itu, indeks CBOE Volatility yang mengukur kecemasan investor ditutup di posisi 9,67. Angka itu merupakan level terendah dalam tiga minggu.

Sekitar 2,78 miliar saham berpindah tangan di sesi perdagangan pendek di wall street. Volme perdagangan saham sekitar 6,48 miliar saham menjelang akhir pekan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Saham Ritel Menguat

Indeks sektor ritel di indeks S&P 500 naik 0,75 persen, dan catatkan penguatan tertinggi secara intraday. Penguatan indeks saham itu didorong saham Amazon naik 2,6 persen.

"Di dunia ritel, Amazon sangat penting, nyatanya Amazon semakin melonjak pada kuartal IV saat musim belanja dan liburan. Ini baik untuk wall street," ujar Adam Sarhan, Chief Executive 50 Park Investments seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (25/11/2017).

Saham-saham ritel menguat antara lain saham Macy's naik 2,1 persen menjadi US$ 21,07. Manajemen Macy's mengatakan kalau kinerja perseroan lebih baik pada 2017 dibandingkan tahun lalu. Ini didorong permintaan online.

Selain itu, saham Kohl's, Gap, dan JC Penney naik 0,6 persen-1,6 persen. Saham Target menguat 2,8 persen ke posisi US$ 55,88. Sedangkan saham Wal-Mart menguat 0,2 persen. Saham Target turun 2,8 persen ke posisi US$ 55,88.

Harga komoditas menguat juga mendorong sektor saham energi dan material. Harga minyak sentuh level tertinggi dalam dua tahun. Pasar Amerika Utara semakin ketat seiring penutupan jaringan pipa berhubungan di Kanada dan AS.

Artikel Selanjutnya
Wall Street Menguat Terdorong Sentimen The Fed
Artikel Selanjutnya
Wall Street Melemah Usai Investor Alihkan Kekhawatiran Geopolitik