Sukses

Penjualan Pelumas Shell Capai 4.400 Kiloton

Liputan6.com, Jakarta Volume penjualan pelumas Shell mencapai 4.400 kiloton di pasar dunia. Dengan ini, perusahaan menguasai pangsa pasar pelumas sebesar 11 persen di dunia.

Volume ini setara dengan hampir 5 miliar liter produk jadi. Penjualan ini terbagi hampir merata antara penjualan ke pelanggan otomotif, industri dan komersial.

Huibert Vigeveno, Executive Vice President Shell Global Commercial (termasuk Shell Lubricants) mengatakan, pelumas Shell berada pada jalur pertumbuhan yang kuat di banyak pasar operasinya.

"Kami melakukan investasi yang signifikan untuk portofolio brand, produk dan layanan, dan juga untuk mengembangkan kemampuan rantai pasokan berstandar dunia. Kami terus berevolusi untuk merespon peluang dan tantangan di lingkungan bisnis yang bergerak dengan serba cepat, sekaligus menjaga fokus pada pengembangan genuine alliances, mengembangkan solusi atas kebutuhan konsumen serta berinovasi melalui penelitian dan teknologi,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (24/11/2017).

Dia menuturkan perusahaan telah diakui sebagai pemimpin pasar global selama 11 tahun berturut-turut. Hal ini menandai dimulainya dua dekade kepemimpinan Shell di industri pelumas.

Penghargaan ini dikonfirmasi laporan Kline & Company’s Edisi 15 bertajuk ‘Global Lubricants Industry: Market Analysis and Assessment: 2016-2026 yang baru saja diterbitkan. Laporan ini mencakup sektor pelumas di tahun 2016.

 “Pengakuan dari Kline & Company mengisyaratkanbahwa kami berada di jalur yang tepat dan hal ini menjadi bukti atas dedikasi 9.000 karyawan kami yang bekerja memberikan solusi terbaik untuk beragam portofolio pelanggan di berbagai sektor industri,” kata dia.

Hasil laporan menyebutkan, pelumas Shell adalah pemimpin pasar di tiga dari 16 pasarl. Ketiga pasar tersebut, yaitu Malaysia, Inggris dan Amerika Serikat.

Shell juga berada di peringkat tiga teratas di sebelas pasar lainnya meliputi: Argentina, Kanada, China, DACH (Jerman, Austria dan Swiss), Indonesia, Meksiko, Filipina, Arab Saudi, Afrika Selatan dan Thailand.

Untuk memenuhi permintaan pelumas di sektor otomotif dan industri, Shell telah menginvestasikan ratusan juta dolar untuk rantai pasokannya dan terus melakukan peningkatan serta perluasan jaringan rantai pasok kelas dunia.

Hingga saat ini, Shell memiliki 40 lube oil blending plants, 5 base oil plants dan 10 grease plants.Demi memenuhi permintaan pasar di Indonesia, Shell juga telah mengoperasikan pabrik pelumas (LOBP) pertamanya di Marunda, Bekasi sejak akhir tahun 2015. 

Saat ini, LOBP Shell di Marunda merupakan pabrik pelumas terbesar yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan energi internasional di Indonesia.

Artikel Selanjutnya
Cek Harga BBM Pertamina, Shell dan Total, Mana Lebih Murah?
Artikel Selanjutnya
Soal Ekspor, Honda Tetap Sulit Tumbangkan Yamaha