Sukses

Aksi Jual Investor Asing Mereda, IHSG Bakal Bervariasi

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan tertekan. Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG di kisaran support 6.040 dan resistance 6.080.

Kemarin, IHSG naik tipis 6,13 poin atau 0,10 persen ke level 6.070,72 setelah tertekan hingga menyentuh level 6.015.

"Penguatan ini didasari dorongan positif dari sektor konsumer dan keuangan dengan naiknya saham MYOR, HMSP, BBNI, dan BBTN," kata dia di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Dia menuturkan, penguatan IHSG ditopang oleh optimisme investor asing pada pasar modal Indonesia. Hal tersebut tercermin dari aktivitas beli bersih investor asing.

"Optimisme investor asing masih cukup kuat mendorong IHSG bertahan di atas level 6.000. Komposisi net sell asing mulai mereda di mana pada perdagangan terakhir tercatat net buy Rp 107,29 miliar," jelas dia.

Sementara, bursa di Asia ditutup variatif. Indeks saham Nikkei, Topix, dan Hangseng melemah. Sementara, Shanghai dan Kospi menguat.

"Investor lebih berspekulasi pada kemajuan debat senat di AS mengenai reformasi pajak," ujar dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Menguat Tipis pada Perdagangan Kemarin

Sebelumnya gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah meski akhirnya berbalik arah ke zona hijau. Kendati naik tipis, IHSG kembali catatkan level tertinggi baru.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa 28 November, IHSG naik tipis 6,12 poin atau 0,10 persen ke posisi 6.070,71. Indeks saham LQ45 menguat 0,49 persen ke posisi 1.024,69. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 236 saham melemah sehingga menahan IHSG. Sedangkan 130 saham menguat. 114 saham lainnya diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.070,71 dan terendah 6.015,90.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 351.611 kali dengan volume perdagangan 10,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 222,01 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.496. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 1,42 persen dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan naik 0,69 persen dan sektor saham manufaktur mendaki 0,47 persen.

Sektor saham aneka industri melemah 1,36 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang tergelincir 1,11 persen dan sektor saham infrastruktur merosot 0,96 persen.

Saham-saham catatkan top gainers naik 10,83 persen ke posisi Rp 174, saham ZINC melonjak 9,31 persen ke posisi Rp 1.115 per saham, dan saham MEDC menanjak 4,32 persen ke posisi Rp 965 per saham.

Sedangkan saham-saham yang turun antara lain saham IIKP melemah 10,26 persen ke posisi Rp 280 per saham, saham MBSS merosot 7,41 persen ke posisi Rp 625 per saham, dan saham LEAD susut 6,67 persen ke posisi Rp 84.

Artikel Selanjutnya
Investor Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati Saham Pilihan Ini