Sukses

Adhi Karya Garap Proyek Baru Tol Cisumdawu

Liputan6.com, Jakarta PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengerjakan proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) fase III. Nilai kontrak proyek itu sekitar Rp 2,23 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/11/2017), PT Adhi Karya Tbk mengerjakan proyek infrastruktur jalan tol dan jembatan. Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk Ki Syahgolang Permata menuturkan, waktu pelaksanaan proyek tersebut selama 730 hari.

"Porsi proyek ini PT Adhi Karya Tbk sebesar 40 persen dan China Road and Corporation sebesar 60 persen," ujar Ki Syagolang.

Selain itu terkait kabar ada usulan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tak lagi menjadi penyedia dana atau investor pembangunan proyek light rail transit (LRT), perseroan menyatakan berdasarkan Perpres Nomor 49 Tahun 2017, pemerintah akan melakukan pembayaran atas pembangunan prasarana LRT Jabodebek melalui anggara belanja Kementerian Perhbungan dan atau melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"Saat ini belum ada informasi atau kejadian penting yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan serta dapat pengaruhi harga saham," kata dia.

Sebelumnya akibat kabar adanya usulan KAI tak menjadi investor pembangunan LRT sempat membuat harga saham PT Adhi Karya Tbk anjlok.  Gerak harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) alami penurunan tajam pada perdagangan saham Kamis 23 November 2017.

Berdasarkan data RTI, saham PT Adhi Karya Tbk turun 7,8 persen menjadi Rp 2.010 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 5.648 kali dengan nilai transaksi Rp 175,8 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

China Beri Pinjaman

Sebelumnya PT Adhi Karya (Persero) Tbk bekerja sama dengan perusahaan kontraktor asal China, China Road and Bridge Corporation JO dalam pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi I.

Dalam kerja sama ini, perusahaan asal China tersebut memberikan pinjaman phase III senilai Rp 2,2 triliun serta turut menjadi kontraktor pembangunan ruas tol tersebut.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, seksi I yang menghubungkan Cileunyi-Rancakalong ini merupakan bagian yang menjadi tugas pemerintah untuk pembangunannya.

"Ruas tol ini bagian yang dikerjakan pemerintah, kita kerjakan dengan pinjaman dari pemerintah China," ujar dia di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat 24 November 2017.

Dia menuturkan, saat ini proses pembebasan lahan untuk seksi tol Cisumdawu tersebut telah mencapai 60 persen, sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman asing. Proses pembebasan lahan ini telah mencapai angka tersebut berkat adanya pelepasan aset lahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 20 persen.

"Pembebasan lahan sebenarnya 40 persen, tapi kami bisa gunakan lahan IPDN sehingga bisa 60 persen, karena syarat loan agreement harus 60 persen. Ini yang paling menentukan di-interchange di Cileunyi, karena ini pusat kemacetan. Pembebasan lahan harus didahulukan di daerah ini," kata dia.

Artikel Selanjutnya
Tol Kunciran-Bandara Soetta Selesai Pertengahan 2018
Artikel Selanjutnya
RNI Gandeng Waskita Realty Bangun Perkantoran Rp 600 Miliar