Sukses

SPLU Cara PLN Tepis Keraguan Masyarakat Pakai Kendaraan Listrik

Liputan6.com, Jakarta
PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mendorong penggunaan kendaraan listrik, dengan menyediakan Stasiun Penyediaan Listrik Umum (SPLU). Keberadaan fasilitas tersebut untuk menepis kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik.
 
General Manager PLN Disjaya, Ikhsan Asaad mengatakan,‎ PLN telah menyediakan SPLU agar masyarakat bisa mengakses listrik di ruang terbuka, yang bisa dimanfaatkan untuk pengisian energi kendaraan listrik, dengan begitu tidak perlu khawatir kesulitan mengisi energi kendaraan.
 
 
“Tak perlu lagi khawatir cari sumber listrik di tempat umum. SPLU hadir untuk kendaraan listrik maupun para pedagang kaki lima,” kata Ikhsan, di Jakarta, Minggu (3/12/2017).
 
Menurut Ikhsan, pengembangan SPLU juga terus dilakukan oleh PLN Disjaya mulai dari bentuk, teknologi pengisian daya listrik, sampai dengan cara pembayarannya.
 
 “Kami terus melakukan peningkatan performa SPLU sebagai wujud dukungan menciptkan langit biru Jakarta dengan kendaraan listrik,” ungkap Ikhsan.
 
‎Keberadaan SPLU pun medapat penghargaan kategori Gold dalam malam puncak ajang Indonesian CSR Award (ICA) 2017 yang digelar 30 November 2017 di Balai Kartini. Baru satu tahun sejak diluncurkan 2016, SPLU sudah menembus angka 882 unit tersebar di wilayah kerja PLN Disjaya.
 
Ditargetkan sebanyak 1.000 SPLU akan terpasang sampai akhir tahun 2017. Keberadaan SPLU merupakan sebuah komitmen dukungan PLN terhadap era kendaraan listrik yang saat ini sedang digodok regulasinya.  
 
SPLU, Contact Center 123, dan PLN Mobile masuk dalam penilaian ICA bidang kepuasan konsumen. Secara keseluruhan PLN meraih 8 penghargaan untuk 8 program yang dinilai dan mendapat Grand Platinum di sektor jasa, perbankan, dan telematika. 
 
Program lain yang juga mendapat penghrgaan yaitu Bank Sampah Surabaya, Batu Kapur Bersihkan Langit Jepara, Pengelolaan DAS Besai Bandar Lampung, Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sentra Ternak di Jepara, dan Pelestarian Sungai Mudal Yogyakarta.
1 dari 2 halaman

10 Mobil Listrik Bakal Diuji Coba Akhir Tahun Ini

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan melakukan uji coba dua model dari 10 mobil listrik milik Mitsubishi pada akhir Desember 2017. Uji coba ini untuk mendukung riset lebih jauh mengenai regulasi yang akan diterbitkan terkait kendaraan "hijau" di Indonesia.

‎Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai meresmikan pabrik PT Sokonindo Automobile di Serang, Banten.

“Kami berharap regulasi dan fasilitasnya akan keluar pada awal tahun depan. Sehingga insentif untuk mobil listrik ini akan dipacu," ujar dia, Sabtu (1/12/2017).

Airlangga mengungkapkan, pemerintah sedang mengkaji strategi pengembangan kendaraan listrik yang akan diproduksi oleh industri otomotif di Tanah Air.

Dia juga berupaya menurunkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan yang ramah lingkungan, termasuk mobil hybrid, listrik, atau semacamnya.

Jenis alat transportasi ini akan masuk dalam program pemerintah guna mendorong produksi kendaraan beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV).

“Pengembangan teknologi hybrid atau electric vehicle pada kendaraan, diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus juga mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM),” lanjut dia.

Airlangga menjelaskan, diversifikasi BBM ke arah bahan bakar gas, bahan bakar nabati, atau tenaga listrik sebagai jawaban atas kebutuhan energi alternatif saat ini di sektor transportasi. Hal tersebut juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi secara inklusif.

Dia menambahkan, pemerintah menargetkan pada 2025 sekitar 25 persen atau 400 ribu unit kendaraan LCEV sudah masuk pasar Indonesia.

Sejumlah produsen telah menyiapkan produknya untuk dipasarkan. Contohnya, PT Nissan Motor Indonesia yang telah menghadirkan mobil listrik Note e-Power yang pernah diuji oleh Menperin, beberapa waktu lalu.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
PLN Janji Tak Bakal Ada Mati Lampu di RSCM
Artikel Selanjutnya
Sambut Kendaraan Listrik, PLN Siapkan 875 Titik Pengisian Baterai