Sukses

Kuartal III 2017, Wika Kantongi Pendapatan Rp 15,88 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan kinerja positif hingga kuartal III 2017. Ini ditunjukkan dari hasil perolehan pendapatan dan laba bersih.

PT Wijaya Karya Tbk mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 46,66 persen menjadi Rp 682,63 miliar hingga akhir September 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 438,89 miliar.

Kinerja laba tersebut ditopang oleh penjualan PT Wijaya Karya Tbk naik 69,99 persen mencapai Rp 15,88 triliun hingga akhir kuartal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,34 triliun.

Laba bruto perseroan naik menjadi Rp 1,64 triliun hingga akhir kuartal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,11 triliun. Perseroan mencatatkan pendapatan bunga Rp 251,83 miliar pada akhir kaurtal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 28,95 miliar. Perseroan mencatatkan laba kurs Rp 218,85 juta.

Dengan melihat kondisi itu, laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp 76,15 pada akhir kuartal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 75,77.

Kas dan setara kas yang dimiliki Perseroan sebesar Rp 7,24 triliun dengan total utang berbunga sebesar Rp 8,61 triliun dengan total ekuitas Rp 13,18 triliun.

Hingga akhir Oktober 2017, perseroan mencatatkan kontrak yang dihadapi Rp 99,2 triliun atau 96,13 persen dari target kontrak yang dihadapi Rp 103,24 triliun.

Perseroan meraih kontrak baru sebesar Rp 34,67 triliun atau naik 34 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Dengan demikian, perseroan meraih 80,16 persen dari target kontrak baru Rp 43,25 triliun.

PT Wijaya Karya Tbk  juga meraih sejumlah proyek antara lain jalan tol Pasuruan, pembangunan PLTU Bontang, pembangunan TUKS Pertamina di Tanjung Sekong.

"Pertumbuhan positif perseroan turut didukung oleh penerapan teknologi di berbagai proyek. Wika sedang mengembangkan building information modelling yang dapat hasilkan visualisasi dengan gabungkan gambaran situasi sekitar proyek dengan desain struktur yang akan dibangun. Dengan demikian, berbagai risiko dapat dimitigasi sejak awal serta membantu proses perencanaan yang lebih presisi dari segi biaya, mutu dan waktu," ujar Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Bintang Perbowo, dalam keterangan tertulis, Senin (4/12/2017).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Mitra Kerja Sama Strategis

Mitra Kerjasama Strategis

Bintang menambahkan, faktor lain yang menjadi pertumbuhan perseroan dengan merangkul perusahaan lain sebagai mitra kerja sama strategis. Wika kini bekerjasama dengan Hyundai Engineering and Construction Co Ltd yang merupakan kontrakktor engineering, procurement and construction (EPC) dan investor ekuitas asal Korea.

Kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman Business Opportunity Development of Power & Infrastructure Investment Projects In Indonesia yang ditandatangani oleh Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo dan Min Jong Suh sebagai authorized representative Hyundai di Indonesia, Kamis 30 November 2017.

Melalui nota kesepahaman tersebut, WIKA akan bekerjasama dengan Hyundai dalam pembangunan proyek potensial di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Air Mentarang-2, Pembangkit Listrik Tenaga Air Peusangan-4, Pembangkit Listrik Tenaga Air Siborpa, serta berbagai proyek investasi pembangkit listrik dan infrastruktur di Indonesia.

Selain dengan HDEC, kerja sama strategis juga terjalin antara WIKA dengan Pelindo IV. Kerja sama tersebut ditandai dengan Penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Direktur Operasi WIKABambang Pramujo dengan Direktur Fasilitas Pelabuhan Pelindo IV Farid Padang dan disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha KSPP Kementerian BUMN Ahmad Bambang.

Artikel Selanjutnya
Intip 2 Kinerja Emiten BUMN Tambang hingga Semester I
Artikel Selanjutnya
PT PP Raih Kontrak Baru Rp 21,8 Triliun hingga Juli 2017