Sukses

IHSG Berpeluang Naik, Cermati 6 Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal itu asal ditopang aksi beli investor.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG masih terus berusaha membentuk fondasi bagi level support sebelum melanjutkan kenaikan. William menilai, konsolidasi masih terlihat akan berlanjut dengan potensi kenaikan IHSG yang masih terlihat cukup besar selama support dapat dipertahankan dengan baik.

"IHSG berpeluang naik dengan kisaran 5.942-6.099," kata William dalam ulasannya, Rabu (6/12/2017).

Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, ada aksi beli jelang penutupan perdagangan saham kemarin diharapkan dapat jadi momentum pembalikan arah IHSG. Pergerakan IHSG diharapkan menguat sehingga dapat kembali menemukan tren kenaikannya. Diharapkan penguatan IHSG diikuti kenaikan volume beli.

"Tetap antisipasi berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan kembali IHSG. Pergerakan IHSG berada di level support 5.977-5.955 dan resistance 6.024-6.049," kata Reza.

Untuk pilihan saham, Reza memilih saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Sedangkan William memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Berada di Kisaran 6.000

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau meskipun sempat tertekan pada penutupan perdagangan Selasa ini. IHSG mampu kembali ke level 6.000.

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, IHSG naik tipis 2,27 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.000,47. Indeks saham LQ45 juga naik 0,42 persen ke posisi 1.012,89. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Ada sebanyak 98 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Namun, 252 saham melemah sehingga sempat membuat IHSG berada di zona merah. Sedangkan 110 saham lainnya diam di tempat.IHSG sempat berada di level tertinggi 6.026,41 dan terendah 5.979,48.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 477.777 kali dengan volume perdagangan 9,5 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 7,4 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 275 miliar di semua pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.513.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham memerah. Sektor saham konstruksi turun 1,63 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham perkebunan melemah 1,63 persen dan sektor saham industri dasar tertekan 1,41 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham BMSR naik 34,40 persen ke posisi Rp 168, saham SONA melonjak 16,25 persen ke posisi Rp 2.790 per saham, dan saham HOTL mendaki 12 persen ke posisi Rp 112.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham GOLD turun 24,70 persen ke posisi Rp 372 per saham, saham JIHD merosot 23 persen ke posisi Rp 462, dan saham FINN tergelincir 17,14 persen ke posisi Rp 145 per saham.

Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Menguat, Awasi Saham Pilihan Ini
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpeluang Menghijau, Cermati Saham Pilihan Ini