Sukses

Kunjungi China, PLN Ingin Pastikan Proyek PLTU Jawa 7 Aman

Liputan6.com, Ninghai - Direksi PT PLN (Persero) beserta pengamat dan perwakilan Universitas terkemuka  mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ninghai Power Plant di Kota Ningbo, China. Pembangkit ini dibangun Shenhua Guohua Lion Power, pembangkit listrik pemerintah.

Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa investor asal China mampu membangun proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) IPP Jawa 7 dengan kualitas yang sama. Hal ini untuk menghindari penurunan dan tidak maksimalnya kualitas proyek tersebut setelah selesai.

"Kita harus akui pada masa lalu kontraktor pembangunan pembangkit yang digarap investor China kualitasnya di bawah. Ini membuat kualitas pembangkitnya juga jauh dari harapan. Pada akhirnya itu membebani PLN dan berpengaruh pada ketersediaan daya listrik nasional," ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Ninghai, China, Rabu (6/12/2017).

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, pengalaman tidak mengenakkan dengan investor China sebelumnya membuat PLN hanya mau bekerja sama dengan perusahaan milik pemerintah.

"PLN memutuskan hanya akan bekerja sama dengan investor Tiongkok bila itu adalah perusahaan milik pemerintah seperti Shenhua Guohua," tutur Sofyan.

Shenhua sudah menanamkan investasinya di PLTU Sumsel 1 di Muara Enim, Sumsel berkapasitas 2x350 Mw. Pada pembangkit ini, PT Shenhua Guohua Lion Power Indonesia join dengan Indonesia LPE dengan pembagian saham 75:25.

Sementara secara keseluruhan, Guohua Power Company hingga akhir 2016, memiliki 23 pembangkit listrik dan 11 proyek yang sedang dalam konstruksi. Total aset yang mereka punya mencapai 146,9 miliar Yuan dan kapasitas produksi hingga 38,3 juta kilowatt.

Adapun proyek yang sedang digarap di Indonesia, yakni PLTU IPP Jawa 7 memiliki kapasitas 2x1000 MW dengan nilai investasi Rp 35 triliun atau US$ 1,8 miliar. PLTU IPP Jawa 7 dikembangkan konsorsium Shenhua Guohua dan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi, ditargetkan rampung pada April 2020.

Melalui skema power purchasing agreement, PLN membeli listrik dengan harga US$ 4,2 cent per kwh dari pembangkit tersebut.

Tonton Video Pilihan Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Terkendala Pembebasan Lahan, Proyek PLTB Samas Berhenti
Artikel Selanjutnya
Pembangunan PLTU Terbesar di ASEAN Capai 30 Persen